-->

BREAKING NEWS

RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Bangunan Mau Digusur Mahasiswa Penghuni Asrama Transmigrasi Kubu Raya Resah

Redaksi author photo

 
Asrama Himpunan Pelajar Mahasiwa Rasau Jaya Warga Trasmigrasi yang akan digusur (*)
Kubu Raya (Kalbar News) - Sejumlah Penghuni Asrama Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Rasau Jaya (HPMR) Warga Tranmigrasi Kubu Raya khawatir dan resah, lantaran adanya informasi asrama yang mereka tempati di Jalan Sungai Raya Dalam, Gang Raya I, Desa Sungai Raya Dalam akan digusur.

Ketua Asrama HMPR, Ahmad Sawaludin mengatakan, sejak sepekan yang lalu sejumlah penghuni asrama ini mendapat pemberitahuan secara lisan dari ketua RT setempat yang merupakan Pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalbar, bahwa Asrama ini akan digusur untuk kepentingan pembangunan rumah Dinas Pegawai Disnakertrans Kalbar.

"Kami dimintanya untuk mengosongkan asrama itu, tapi tidak ada surat resmi dari dinas terkait, sementara asarama ini milik Pemerintah, yang diperuntukkan bagi anak-anak transmigrasi," ujar Ahmad Sawaludin, Senin (23/7/2018)

Sawaludin mengatakan, kondisi asrama ini memang sangat memprihatinkan, karena memang tidak pernah dilakukan renovasi, namun keberadaan asrama masih sangat diperlukan oleh pelajar maupun mahasiswa transmigrasi yang kurang mampu khususnya bagi anak transmigrasi yang tinggal cukup jauh dari kota Pontianak, sementara mereka sekolah atau kuliah di Pontianak.

"Kalau digusur kami dan teman-teman tinggal dimana, sementara biaya indekos cukup mahal," Ujar Sawaludin. 

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak yang merupakan anak  tranmigrasi dari Desa Sungai Deras ini sangat menyayangkan, atas informasi yang mereka terima, asrama yang mereka tempati ini bukan direnovasi melainkan mau digusur.

"Seharusnya asrama ini diperbaiki bukan malah mau digusur seperti ini," tuturnya. 

Penghuni asrama HMPR lainnya, Zulfikri mengatakan, mereka mendapat batasan waktu untuk segera mengosongkan asrama itu dari oknum pegawai Disnakertrans yang diketahui bernama Fauzi. Tanggal 27 Juli 2018, mereka sudah harus mengosongkan asrama itu. 

"Kami diminta untuk segera mengosongkan asrama ini, kami hanya diberitau lewat lisan, tidak ada surat secara resmi," ujarnya.

Asrama ini, kata dia sangat dibutuhkan mahasiswa lantaran mereka tinggal cukup jauh, saat ini asrama ini dihuni oleh tiga mahasiswa, dan dalam waktu dekat ini ada dua mahasiswa yang juga akan menghuni asrama ini.

Ketua RT Setempat, Fauzi mengatakan, dalam waktu dekat ini pihak Disnakertrans Provinsi Kalbar akan menggusur asrama ini dan direncanakan dibangun rumah dinas untuk pegawai Disnakertrans. Penggusuran asrama ini tidak diperlukan surat secara resmi dari dinas terkait.

"Mereka harus mengosongkan asrama secepatnya, karena akan dibongkar. Ini milik kantor (Disnakertrans) jadi tidak perlu pakai surat ketika kami menggusurnya," kata Fauzi.



Selain itu, keberadaan mahasiswa di asrama ini juga dinilainya menggangu ketenangan setempat, pasalnya para mahasiswa ini seringkali pulang larut malam, sehingga mengganggu ketenangan warga yang sedang istirahat.

"Tengah malam salalu ada yang keluar masuk, bahkan ojek online yang keluar masuk kesini, tetangga pada resah," ujarnya. 

Sementara itu Wahudi salah satu Anak Transmigrasi yang pernah menempati Asrama ini mengatakan bahwa Asrama Pelajar Dan Mahasiswa ini sudah dibangun sejak tahun 1975, dan telah ditempati oleh Pelajar Dan Mahasiswa Transmigrasi Rasau Jaya, Karena Dahulu Transmigrasi yang ada dari Rasu Jaya, Sehingga asrama inipun bernama asrama Himpunan Mahasiswa Pelajar Rasau Jaya (HMPR).

Wahudi sangat menyayangkan jika berita penggusuran Asrama ini benar dilakukan, dan ia bersama Anak Transmigrasi yang pernah menghuni Asrama ini akan memperjuangkan keberadaan Asrama yang memang sangat dibutuhkan oleh Pelajar dan Mahasiswa Anak Transmigrasi. 

“Kami berharap informasi ini salah, kami berharap bukan digusur akan tetapi di renovasi sehingga bisa menjadi tempat berteduh Pelajar dan Mahasiswa Warga Transmigrasi, dan kami berharap Pemerintah dalam hal ini Dinas Nakertrans bijak dan memperhatikan hal ini dengan baik,” Pungkas Wahudi. (tim liputan)

Editor : Heri K



Komentar Anda

Berita Terkini