KUBU RAYA (Kalbar News) - Seorang Karyawan salah satu perusahaan air mineral di Kubu Raya yang tinggal di Komplek Karya Agung Sejahtera, Desa Arang Limbung ,Yohanes Rudianto (31) selama tujuh hari, sejak Senin (20/2) lalu menghilang tanpa kabar dan tidak diketahui keberadaannya
Menghilangnya Yohanes Rudianto ini menimbulakn rasa kekhawatiran istrinya, Hervina Gagalis (29), lantaran sejak hilangnya suaminya ini ia terus mencari namun belum mendapatkan hasil dan belum mengetahui keberadaan suaminya, bahkan ia juga telah melapor ke pihak kepolisian.
Hervina mengatakan sejak, Senin (20/2) suaminya, Yohanes Rudianto (31) meninggalkan rumah tanpa ada alasan yang jelas, kepergiannya dari rumah ini merupakan yang kedua kalinya, namun kepergiannya yang pertama kali dengan tujuan ke Denpasar, Bali berhasil di cegah di bandara Supadio Pontianak.
" Saya juga tidak tahu alasannya dia (Yohanes Rudianto) pergi. Memang dia pernah bilang sudah tidak setia lagi dengan pernikahan kami," ujar Hervina ditemui dikediamannya Senin (27/2).
Hervina menjelaskan, sebelum suaminya ini pergi meninggalkan ia dan anaknya yang masih berusia 2,5 tahun tidak ada gelagat aneh yang ia liat pada suaminya. Lantaran dihari kepergian diketahui sedang mengambil uang hasil kue yang dititip di warung-warung kopi sekitaran desa Arang Limbung , namun ternyata suaminya ini tidak pulang hingga sekarang.
" Sore harinya sekitar pukul 18.30 WIB, dia masih WA dengan saya, waktu saya tanya posisinya, katanya sedang berada di Wajok, karena mau menyelesaikan masalah dengan temannya," ujar Ibu, anak satu ini.
Ia menambahkan, hingga saat ini ia terus mencari keberadaan suaminya, bahkan ia sudah menghubungi keluarga suaminya yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur lantaran suaminya ini merupakan asal jawa timur.
" Saya sudah telpon kakaknya di Banyuwangi, namun mereka bilang suami saya tidak ada disana," ujarnya
Bahkan ia juga sudah menghubungi rekan-rekan maupun keluarga suaminya di kediaman sebelumnya yakni di Denpasar, Provinsi Bali, namun lagi-lagi tidak diketahui keberadaan suaminya itu.
" Kami pindah ke Kubu Raya, pada Desember 2016 lalu, bahkan kartu keluarga maupun identitas lainnya, masih berdomisili disana karena belum sempat diurus," paparmya
Sebelum kepergian suaminya ini, upayanya yang sama juga pernah dilakukan namun dapat dicegah, lantaran sebelum suaminya pergi ia menemukan sepucuk surat, yang menyatakan suaminya akan pergi jauh, bahkan keluarga negeri, namun tidak menyebutkan arah dan tujuannya
" Saya menduga ada orang ketiga yang berusaha merusak hubungan kami, sampai ia tega melakukannya untuk kedua kalinya," paparnya.
Dikatakannya, ia sudah berupaya mencari keberadaan suaminya dengan mengecek ke semua maskapai dan pelabuhan namun baik di maskapai maupun di pelabuhan tidak tertera nama suaminya, sehingga ia pun kebingungan dan melaporkan perihal ini kepada pihak kepolisian sektor Sungai Raya, Sabtu (25/2) lalu.
"Kami tidak ada masalah yang serius, paling cuma cekcok mulut biasa.Saya tidak tau harus mencari kemana lagi, saya sangat berharap ia bisa pulang menemui dan berkumpul sama kami," harapnya.(rja)
Editor: Kundori
Menghilangnya Yohanes Rudianto ini menimbulakn rasa kekhawatiran istrinya, Hervina Gagalis (29), lantaran sejak hilangnya suaminya ini ia terus mencari namun belum mendapatkan hasil dan belum mengetahui keberadaan suaminya, bahkan ia juga telah melapor ke pihak kepolisian.
Hervina mengatakan sejak, Senin (20/2) suaminya, Yohanes Rudianto (31) meninggalkan rumah tanpa ada alasan yang jelas, kepergiannya dari rumah ini merupakan yang kedua kalinya, namun kepergiannya yang pertama kali dengan tujuan ke Denpasar, Bali berhasil di cegah di bandara Supadio Pontianak.
" Saya juga tidak tahu alasannya dia (Yohanes Rudianto) pergi. Memang dia pernah bilang sudah tidak setia lagi dengan pernikahan kami," ujar Hervina ditemui dikediamannya Senin (27/2).
Hervina menjelaskan, sebelum suaminya ini pergi meninggalkan ia dan anaknya yang masih berusia 2,5 tahun tidak ada gelagat aneh yang ia liat pada suaminya. Lantaran dihari kepergian diketahui sedang mengambil uang hasil kue yang dititip di warung-warung kopi sekitaran desa Arang Limbung , namun ternyata suaminya ini tidak pulang hingga sekarang.
" Sore harinya sekitar pukul 18.30 WIB, dia masih WA dengan saya, waktu saya tanya posisinya, katanya sedang berada di Wajok, karena mau menyelesaikan masalah dengan temannya," ujar Ibu, anak satu ini.
Ia menambahkan, hingga saat ini ia terus mencari keberadaan suaminya, bahkan ia sudah menghubungi keluarga suaminya yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur lantaran suaminya ini merupakan asal jawa timur.
" Saya sudah telpon kakaknya di Banyuwangi, namun mereka bilang suami saya tidak ada disana," ujarnya
Bahkan ia juga sudah menghubungi rekan-rekan maupun keluarga suaminya di kediaman sebelumnya yakni di Denpasar, Provinsi Bali, namun lagi-lagi tidak diketahui keberadaan suaminya itu.
" Kami pindah ke Kubu Raya, pada Desember 2016 lalu, bahkan kartu keluarga maupun identitas lainnya, masih berdomisili disana karena belum sempat diurus," paparmya
Sebelum kepergian suaminya ini, upayanya yang sama juga pernah dilakukan namun dapat dicegah, lantaran sebelum suaminya pergi ia menemukan sepucuk surat, yang menyatakan suaminya akan pergi jauh, bahkan keluarga negeri, namun tidak menyebutkan arah dan tujuannya
" Saya menduga ada orang ketiga yang berusaha merusak hubungan kami, sampai ia tega melakukannya untuk kedua kalinya," paparnya.
Dikatakannya, ia sudah berupaya mencari keberadaan suaminya dengan mengecek ke semua maskapai dan pelabuhan namun baik di maskapai maupun di pelabuhan tidak tertera nama suaminya, sehingga ia pun kebingungan dan melaporkan perihal ini kepada pihak kepolisian sektor Sungai Raya, Sabtu (25/2) lalu.
"Kami tidak ada masalah yang serius, paling cuma cekcok mulut biasa.Saya tidak tau harus mencari kemana lagi, saya sangat berharap ia bisa pulang menemui dan berkumpul sama kami," harapnya.(rja)
Editor: Kundori
