FKDM Kalbar Bahas Isu Strategis Daerah, Siapkan Koordinasi untuk Berikan Masukan kepada Pemerintah

Editor: Redaksi author photo
Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Kalimantan Barat

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Menyikapi perkembangan situasi dan berbagai isu terkini di Provinsi Kalimantan Barat, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Kalimantan Barat menggelar diskusi internal sebagai langkah memperkuat kewaspadaan dini dan merumuskan masukan konstruktif bagi pemerintah daerah, Senin (12/10/2026).

 

Diskusi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua FKDM Provinsi Kalimantan Barat, Muhamad Sani, S.H., M.A.P., dengan dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus, yakni Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., Ir. Jakius Sinyor, H. Arif Joni Prasetyo, S.T., M.T., H. Ahmad Kholil, Edi Suhairul, S.Pd.I., CIM, Istardohu, S.Sos., Ronaldo Haryanto, serta Devi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat.

 

Dalam diskusi tersebut, sejumlah persoalan strategis menjadi perhatian bersama, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beserta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan, potensi penyebaran paham radikalisme, dinamika sosial kemasyarakatan, hingga berbagai isu daerah lainnya yang membutuhkan perhatian dan langkah antisipatif.

 

Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya FKDM untuk mencermati perkembangan situasi secara objektif, bertukar informasi, serta mengidentifikasi potensi kerawanan yang dapat memengaruhi stabilitas dan kondusivitas wilayah Kalimantan Barat.

 

Ketua FKDM: Kewaspadaan Dini Harus Diperkuat

 

Ketua FKDM Provinsi Kalimantan Barat, Muhamad Sani, S.H., M.A.P., menegaskan bahwa kewaspadaan dini merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan keharmonisan kehidupan masyarakat.

 

Menurutnya, berbagai perkembangan situasi di daerah perlu dicermati secara serius melalui komunikasi, pertukaran informasi, serta koordinasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

 

“FKDM memiliki peran strategis dalam mencermati berbagai perkembangan situasi dan dinamika yang terjadi di tengah masyarakat. Karena itu, kita perlu membangun komunikasi, memperkuat koordinasi, serta melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi kerawanan sejak dini agar dapat diantisipasi secara tepat,” jelas Ketua FKDM Kalbar.

 

Muhamad Sani menambahkan, diskusi internal tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi daerah bersama pihak-pihak terkait.

 

“Kami ingin agar FKDM tidak hanya berhenti pada diskusi internal, tetapi juga menindaklanjutinya melalui koordinasi daerah dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Harapannya, hasil pembahasan ini dapat menjadi masukan yang positif, konstruktif, dan solutif bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah antisipasi serta penanganan berbagai persoalan di masyarakat,” ujarnya.

 

Karhutla hingga Radikalisme Menjadi Perhatian

 

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah kebakaran hutan dan lahan. Persoalan karhutla dinilai perlu diantisipasi melalui peningkatan kewaspadaan, pemantauan kondisi lapangan, serta koordinasi antarpihak untuk meminimalkan risiko kebakaran, kabut asap, gangguan kesehatan, dan dampak sosial ekonomi masyarakat.

 

Selain itu, potensi penyebaran paham radikalisme juga menjadi bagian dari pembahasan dalam konteks menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

 

Berbagai dinamika sosial lainnya turut menjadi perhatian agar dapat disikapi secara bijaksana, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum. Pendekatan dialog, edukasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta penguatan nilai kebangsaan dinilai penting untuk mencegah munculnya konflik dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

FKDM juga memandang bahwa setiap isu yang berkembang perlu dikaji berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, langkah antisipasi yang disiapkan tidak menimbulkan keresahan, stigma, ataupun kesimpulan yang tidak didukung fakta.

 

Siapkan Koordinasi Daerah, Dorong Sinergi dengan Pemerintah

 

Sebagai tindak lanjut diskusi internal, FKDM Provinsi Kalimantan Barat akan melakukan koordinasi daerah guna memperluas komunikasi dan menghimpun informasi dari berbagai unsur terkait.

 

Koordinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemetaan potensi kerawanan, memperjelas persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, serta menghasilkan masukan yang relevan bagi pemerintah daerah.

 

Sinergi dengan Kesbangpol, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem kewaspadaan dini yang efektif. Pertukaran informasi yang baik diharapkan membantu pemerintah memperoleh gambaran situasi yang lebih komprehensif sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan.

 

Muhamad Sani juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan keharmonisan daerah.

 

“Menjaga Kalimantan Barat agar tetap aman, damai, dan kondusif merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, menyampaikan informasi secara bertanggung jawab, tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi, serta mengedepankan dialog dan semangat kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan,” ungkap Muhamad Sani, S.H., M.A.P.

 

Melalui diskusi internal dan rencana koordinasi daerah tersebut, FKDM Provinsi Kalimantan Barat diharapkan dapat terus menjalankan perannya dalam mendukung kewaspadaan dini masyarakat serta menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi dan masukan yang objektif, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

 

Dengan komunikasi yang berkesinambungan dan kerja sama lintas sektor, berbagai potensi kerawanan diharapkan dapat dikenali lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan secara tepat demi menjaga persatuan, stabilitas, dan kondusivitas Provinsi Kalimantan Barat. (Tim liputan).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini