KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Kondisi perairan di Kalimantan Barat diperkirakan masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan pada awal Juli 2026. Berdasarkan peta prakiraan INA-WIS BMKG yang diperbarui pada 1 Juli 2026 pukul 10.00 UTC, tinggi gelombang signifikan di sebagian besar perairan Kalbar berada pada kategori rendah hingga sedang.Gelombang Laut Kalbar Didominasi Rendah, BMKG Minta Nelayan Tetap Waspada Perubahan Cuaca
Peta prakiraan menunjukkan perairan Laut Natuna bagian selatan, Perairan Kalimantan Barat, hingga Selat Karimata didominasi warna biru yang mengindikasikan tinggi gelombang sekitar 0,5 hingga 1,25 meter.
Sementara itu, beberapa titik di bagian barat laut perairan Kalimantan menunjukkan gelombang sedikit lebih tinggi, namun masih berada pada kategori aman bagi sebagian besar aktivitas pelayaran.
Arah angin yang terlihat pada peta juga menunjukkan pola pergerakan yang cukup konsisten, sehingga kondisi laut secara umum masih kondusif. Meski demikian, nelayan dan operator kapal tetap diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca karena kondisi di laut dapat berubah dengan cepat akibat pertumbuhan awan hujan.
Selain menyajikan prakiraan gelombang, sistem INA-WIS BMKG juga menampilkan informasi arah angin, arus laut, lokasi potensi daerah penangkapan ikan (fishing ground), hingga jalur pelayaran yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi pelaku sektor kelautan dan perikanan.
BMKG mengimbau para nelayan, pengguna kapal nelayan, kapal penyeberangan, maupun kapal barang untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan gelombang sebelum berlayar.
Kewaspadaan tetap diperlukan, terutama apabila terjadi hujan disertai angin yang dapat meningkatkan tinggi gelombang secara tiba-tiba di sejumlah perairan Kalimantan Barat.
Dengan kondisi gelombang yang relatif rendah pada awal Juli ini, aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan diperkirakan dapat berlangsung lebih optimal, namun aspek keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. (Tim Liputan)
Editor : Aan