Bupati Sujiwo: Kubu Raya Siap Jadi Rumah bagi Ulama, Perkuat Persatuan dalam Bingkai Kebhinekaan

Editor: Redaksi author photo

Bupati Sujiwo: Kubu Raya Siap Jadi Rumah bagi Ulama, Perkuat Persatuan dalam Bingkai Kebhinekaan

KALBARNEWS.CO.ID
(KUBU RAYA)
– Bupati Kubu Raya Sujiwo, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk terus merawat persatuan dan kebhinekaan melalui berbagai kegiatan keagamaan yang menghadirkan tokoh-tokoh agama nasional. Hal itu disampaikannya usai menghadiri Dialog Kebhinekaan bersama ulama nasional, KH Raden Ahmad Azaim, dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram.

Menurut Sujiwo, kehadiran KH Raden Ahmad Azaim merupakan anugerah bagi masyarakat Kubu Raya. Sosok ulama yang juga merupakan cucu pahlawan nasional tersebut dinilainya selalu menyampaikan tausiyah yang menyejukkan, memotivasi umat, serta menjadi perekat di tengah keberagaman bangsa.

"Kita baru saja kedatangan tamu agung, KH Raden Ahmad Azaim. Beliau adalah tokoh nasional yang setiap tausiyahnya selalu menyejukkan dan menjadi perekat elemen bangsa. Karena itu tema yang diangkat adalah Dialog Kebhinekaan, membahas pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan," ujar Sujiwo.

Ia menjelaskan, semangat kebhinekaan yang dibawa dalam kegiatan tersebut sejalan dengan program tahunan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang menjadikan kegiatan keagamaan sebagai salah satu agenda prioritas daerah.

Sujiwo menyebut sedikitnya terdapat empat agenda besar keagamaan yang rutin digelar setiap tahun, di antaranya menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram, pawai obor menjelang Ramadan, sholawat akbar dalam rangka Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan HUT Kemerdekaan RI, serta kegiatan halal bihalal pada momentum Idulfitri.

Selain itu, sebelumnya Kubu Raya juga telah menghadirkan ulama nasional Habib Jindan, yang menurutnya memberikan tausiyah penuh kesejukan dan memperkuat nilai-nilai persaudaraan di tengah masyarakat.

"Kami tidak pernah membedakan antara kiai maupun habaib. Selama mereka adalah ulama yang membawa kesejukan, mempererat persaudaraan, dan menyatukan kebhinekaan, maka Pemerintah Kabupaten Kubu Raya selalu siap menjadi tuan rumah," tegasnya.

Sujiwo bahkan menyatakan kesiapan pemerintah daerah apabila kegiatan serupa ingin digelar lebih sering.

"Jangankan setahun sekali, kalau setiap bulan ada ulama yang hadir membawa pesan persatuan dan kedamaian, Insya Allah Kubu Raya siap menjadi tuan rumah," katanya.

Lebih jauh, Sujiwo menegaskan dirinya memiliki komitmen untuk menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang etnis maupun agama.

"Saya ingin menjadi orang tua bagi semua etnis yang ada di Kubu Raya dan semua agama yang ada di Kubu Raya. Karena itu, kami juga membuka ruang bagi umat Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Konghucu untuk mengusulkan kegiatan keagamaan agar dapat masuk dalam agenda tahunan pemerintah daerah," ujarnya.

Menurut Sujiwo, merawat keberagaman merupakan fondasi utama dalam membangun daerah sekaligus menjaga keutuhan bangsa.

"Persatuan dan kesatuan adalah modal utama membangun daerah, bangsa, dan negara. Kebhinekaan harus terus kita rawat bersama," ungkapnya.

Di akhir wawancara, Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada Habib Toha dan Ikhlas yang telah menjadi penghubung sehingga KH Raden Ahmad Azaim dapat hadir di Kubu Raya.

"Terima kasih kepada Habib Toha dan Ikhlas yang telah menjadi wasilah menghadirkan guru mulia KH Raden Ahmad Azaim. Mudah-mudahan kehadiran beliau membawa keberkahan bagi masyarakat Kubu Raya, sekaligus menjadi nasihat dan motivasi yang sangat berharga, terutama bagi pribadi saya," pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini