Bawaslu Kubu Raya Perkuat Jaringan Pengawasan Partisipatif Perempuan Bersama Forhati Kubu Raya
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kubu Raya terus memperkuat jaringan pengawasan partisipatif sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Visit Konsolidasi Demokrasi Penguatan Jaringan Pengawasan Partisipatif Perempuan bersama Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Kabupaten Kubu Raya yang dilaksanakan di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Kubu Raya, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Kubu Raya, Gustiar, beserta jajaran staf, sementara dari pihak Forhati Kabupaten Kubu Raya hadir Ketua Juraida beserta jajaran pengurus.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi wadah untuk mempererat sinergi antara Bawaslu dengan organisasi perempuan dalam mendukung penguatan demokrasi yang partisipatif.
Dalam kesempatan tersebut , Ketua Forhati Kabupaten Kubu Raya, Juraida, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu Kabupaten Kubu Raya yang terus membangun komunikasi dan memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi perempuan dalam upaya meningkatkan kualitas demokrasi.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi langkah positif untuk mendorong keterlibatan perempuan dalam kehidupan demokrasi, khususnya dalam meningkatkan kesadaran politik di tengah masyarakat.
Juraida menegaskan bahwa Forhati Kabupaten Kubu Raya siap menjadi mitra strategis Bawaslu Kabupaten Kubu Raya dalam melaksanakan berbagai program pendidikan politik bagi perempuan.
Ia meyakini bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu memberikan edukasi politik, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, sehingga dapat mendorong lahirnya pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
"Forhati Kabupaten Kubu Raya mengapresiasi kunjungan dan inisiatif Bawaslu dalam membangun kerja sama dengan organisasi perempuan. Kami siap bersinergi dan menjadi mitra Bawaslu dalam memberikan pendidikan politik kepada perempuan, sehingga semakin banyak perempuan yang memahami hak, kewajiban, serta perannya dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas," ujar Juraida.
Sementara itu, Gustiar menyampaikan bahwa Bawaslu Kabupaten Kubu Raya terus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP) dan organisasi perempuan sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas demokrasi.
Menurutnya, kunjungan ini merupakan bagian dari program pengembangan pengawasan partisipatif yang bertujuan memperluas jejaring pengawasan masyarakat serta meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya mengawal setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun silaturahmi yang lebih erat dengan Forhati Kabupaten Kubu Raya sebagai salah satu organisasi perempuan yang memiliki peran strategis dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan," ujar Gustiar.
Ia juga menegaskan bahwa konsolidasi yang dilakukan menjadi langkah untuk memperkuat jaringan kemitraan Bawaslu dalam pelaksanaan pendidikan politik, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi, meningkatkan partisipasi politik, serta mendorong lahirnya pemilih yang cerdas dan berintegritas.
Lebih lanjut, Gustiar menjelaskan bahwa organisasi perempuan memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan demokrasi di Indonesia. Perempuan tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan pendidikan politik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
"Bawaslu Kabupaten Kubu Raya memandang organisasi perempuan sebagai mitra strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Karena itu, kami membuka ruang seluas-luasnya untuk menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan kelompok-kelompok perempuan dalam berbagai program pendidikan politik maupun pengawasan partisipatif," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, kedua belah pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi, memperkuat koordinasi, serta mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi dalam rangka meningkatkan pendidikan politik dan mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang demokratis, jujur, adil, serta berintegritas di Kabupaten Kubu Raya. (Tim Liputan)
Editor : Aan