Untan Kukuhkan Sembilan Guru Besar Baru, Perkuat Inovasi dan Hilirisasi Riset untuk Masyarakat
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Universitas Tanjungpura (Untan) resmi mengukuhkan sembilan Guru Besar baru dari berbagai bidang keilmuan dalam Sidang Senat Terbuka yang berlangsung khidmat di Gedung Auditorium Untan, Selasa (30/6/2026).
Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas akademik Untan sekaligus mendukung arah kebijakan nasional yang menekankan hilirisasi ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rektor Untan, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., mengungkapkan rasa syukur atas bertambahnya jumlah Guru Besar di lingkungan Untan yang kini mencapai 68 orang dari total 1.204 dosen aktif.
Menurutnya, jabatan Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik tertinggi, tetapi merupakan amanah untuk menghasilkan penelitian yang mampu menjawab berbagai persoalan bangsa melalui inovasi yang dapat diimplementasikan di tengah masyarakat.
Sembilan Guru Besar yang dikukuhkan terdiri atas Prof. Dr. Masriani, S.Si., M.Si., Apt. (Biokimia), Prof. Dr. Rusdiono, M.Si. (Administrasi Publik), Prof. Dr. Rizky Fauzan, S.E., M.M. (Manajemen Sumber Daya Manusia), Prof. Dr. Ir. Edy Syahputra, M.Si. (Proteksi Tanaman/Entomologi Pertanian), Prof. Dr. Ir. Hanna Artuti Ekamawanti, M.Si. (Silvikultur Tropika), Prof. Dr.Eng. Ferry Hadary, S.T., M.Eng. (Rekayasa Sistem, Instrumentasi, dan Kontrol), Prof. Dr. Ahmad Yani T., M.Pd. (Literasi Matematika), Prof. Dr. Sy. Hasyim Azizurrahman, S.H., M.Hum. (Hukum Kebijakan Kriminal Tindak Pidana Perdagangan Orang), serta Prof. Berlian Sitorus, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D. (Kimia Fisik Material).
"Hari ini Untan mengukuhkan sembilan Guru Besar baru sehingga jumlah Guru Besar yang kita miliki menjadi 68 orang. Ini merupakan kekuatan akademik yang sangat penting untuk mendukung transformasi perguruan tinggi, terutama dalam menghasilkan riset dan inovasi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat." Kata garuda.
Sebagai perguruan tinggi yang berada di wilayah tropis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Untan juga terus memfokuskan pengembangan riset pada berbagai isu strategis, seperti ketahanan pangan, kesehatan, energi, pelestarian lingkungan, hilirisasi sumber daya alam, transformasi digital, tata kelola pemerintahan, hingga perlindungan hukum. Seluruh arah pengembangan tersebut telah tertuang dalam Rencana Pengembangan Jangka Menengah (RPJM) Untan 2025–2029.
"Ke depan, kami ingin hasil penelitian para Guru Besar tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah saja, tetapi mampu dihilirisasi menjadi teknologi, kebijakan, maupun produk yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan Kalimantan Barat serta Indonesia." Terangnya.
Prof. Garuda Wiko menegaskan bahwa pengukuhan sembilan Guru Besar ini sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi tidak lagi hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah. Menurutnya, hasil riset harus mampu dihilirisasi agar memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah maupun nasional.
"Kami juga berharap dosen-dosen Lektor Kepala yang saat ini berjumlah 249 orang dapat segera menyusul menjadi Guru Besar. Dengan semakin banyak profesor, ekosistem riset dan inovasi di Untan akan semakin kuat sehingga pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat." pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan