Tinjau Pasar Parit Jepang, Bupati Sujiwo Minta Pedagang Mundur Demi Atasi Kemacetan dan Tertibkan Parkir
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau langsung kawasan Pasar Parit Jepang yang selama ini kerap mengalami kepadatan lalu lintas akibat aktivitas jual beli yang berada terlalu dekat dengan badan jalan. (26/6/2026).
Dalam kunjungannya, Sujiwo menyoroti masih adanya bangunan dan lapak pedagang yang melampaui batas yang telah ditentukan. Kondisi tersebut menyebabkan minimnya ruang parkir sehingga kendaraan pembeli kerap menggunakan bahu jalan dan memicu kemacetan.
"Kalau kita mengacu pada aturan yang ada, sebenarnya masih terdapat ruang yang harus dikembalikan untuk kepentingan umum. Kita ingin pasar ini tertata, parkirnya aman, pembelinya nyaman, dan lalu lintas tidak terganggu," ujar Sujiwo.
Ia mengapresiasi sejumlah pedagang yang mulai membongkar bagian depan bangunannya secara mandiri sebagai bentuk dukungan terhadap program penataan pasar. Menurutnya, langkah tersebut perlu diikuti oleh pedagang lainnya agar kawasan pasar menjadi lebih rapi dan tertib.
Sujiwo menegaskan bahwa penataan yang dilakukan bukan untuk merugikan pedagang, melainkan demi menciptakan kenyamanan bersama. Dengan tersedianya area parkir yang memadai, aktivitas ekonomi justru akan semakin lancar karena pembeli lebih nyaman berbelanja.
"Kepentingan pemerintah hanya satu, yaitu memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Pedagang nyaman berjualan, pembeli nyaman berbelanja, dan pengguna jalan tidak terganggu oleh kemacetan," katanya.
Bupati juga meminta Satpol PP dan instansi terkait untuk mengawal proses penataan secara persuasif dan mengedepankan pendekatan kolaboratif. Ia berharap Pasar Parit Jepang dapat berkembang menjadi pasar yang tertata, bersih, dan menjadi salah satu pusat ekonomi yang membanggakan di Kabupaten Kubu Raya.
"Program pemerintah tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, mari kita bergotong royong mewujudkan Pasar Parit Jepang yang lebih baik untuk kepentingan bersama," pungkas Sujiwo. (Tim Liputan)
Editr : Aan