Ekonomi Kalbar Tumbuh Tertinggi di Kalimantan, BI Pastikan Stabilitas Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Editor: Redaksi author photo

 Ekonomi Kalbar Tumbuh Tertinggi di Kalimantan, BI Pastikan Stabilitas Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK)
– Perekonomian Kalimantan Barat menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global akibat perang. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Doni Septadijaya saat melaksanakan kegiatan Media BEKABAR (Media Bincang Ekonomi Bersama BI Kalbar) di KPW Bank Indonesia, Selasa (30/6/26).

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Barat, pertumbuhan ekonomi Kalbar pada Triwulan I 2026 mencapai 5,62 persen (year on year). Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh provinsi di Pulau Kalimantan. Di sisi lain, laju inflasi tahunan tetap terjaga pada level 2,50 persen, sesuai dengan sasaran inflasi nasional.

”Capaian tersebut menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Kalimantan Barat masih solid meskipun dunia masih dibayangi berbagai tantangan, mulai dari tingginya inflasi global, penguatan dolar Amerika Serikat, hingga kebijakan suku bunga tinggi yang diterapkan sejumlah bank sentral dunia. Bank Indonesia menilai, kuatnya permintaan domestik dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.” kata Doni.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, Dewan Gubernur Bank Indonesia pada rapat 17–18 Juni 2026 kemarin memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Suku bunga Deposit Facility juga dinaikkan menjadi 4,75 persen dan Lending Facility menjadi 6,50 persen. 

Langkah tersebut diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen pada periode 2026–2027.

”Selain kebijakan suku bunga, Bank Indonesia juga terus memperkuat stabilisasi pasar keuangan melalui intervensi di pasar valuta asing, menjaga kecukupan likuiditas perbankan, memperluas pendalaman pasar uang, hingga meningkatkan pengawasan terhadap transaksi pembelian valuta asing dalam jumlah besar. Upaya tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi global.”lanjutnya.

Di sektor sistem pembayaran, transformasi digital juga terus menunjukkan perkembangan positif. Penggunaan QRIS, BI-FAST, layanan digital banking, hingga berbagai program digitalisasi daerah terus mengalami peningkatan. Perkembangan tersebut menjadi salah satu pendorong efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Doni menambahkan bahwa kondisi ekonomi Kalbar saat ini masih berada pada jalur yang positif. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang mampu melampaui provinsi lain di Kalimantan disertai inflasi yang tetap terkendali merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang mencapai 5,62 persen dan menjadi yang tertinggi di regional Kalimantan menunjukkan bahwa daya tahan ekonomi daerah masih sangat baik. Di saat yang sama, inflasi tetap berada pada level yang terkendali sesuai sasaran nasional. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat sistem keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat agar tetap berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global." pungkasnya. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini