Bupati Karolin Hadiri Wayang Kulit Semalam Suntuk, Grebeg Suro ke-6 Perkuat Persatuan di Kabupaten Landak

Editor: Redaksi author photo
Bupati Karolin Hadiri Wayang Kulit Semalam Suntuk, Grebeg Suro ke-6 Paguyuban Jawa 

KALBARNEWS.CO.ID (LANDAK) – Suasana penuh semangat kebersamaan dan pelestarian budaya mewarnai malam puncak Festival Budaya Grebeg Suro ke-6 yang digelar di GOR Patih Gumantar, Kabupaten Landak. Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk dengan dalang Ki Trinanto, S.Sn. yang membawakan lakon "Wahyu Tjempoko Muljo".

 

Malam puncak festival semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa, M.H., yang secara langsung menyapa masyarakat dan memberikan apresiasi atas semangat gotong royong Paguyuban Jawa Kabupaten Landak dalam melestarikan budaya leluhur.

 

Dalam sambutannya, Karolin mengaku bangga dapat hadir di tengah masyarakat untuk memeriahkan malam puncak Festival Budaya Grebeg Suro yang kini telah memasuki penyelenggaraan tahun keenam.

 

"Senang sekali rasanya bisa hadir langsung menyapa masyarakat di GOR Patih Gumantar untuk memeriahkan malam puncak Festival Budaya Grebeg Suro ke-6," ujar Karolin.

 

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan festival dari tahun ke tahun menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masyarakat Kabupaten Landak terus terjaga.

 

"Rasanya bangga sekali melihat sedulur-sedulur Paguyuban Jawa Kabupaten Landak begitu kompak. Tidak terasa sudah memasuki tahun keenam. Dari yang awalnya dirintis dengan segala keterbatasan, kini mampu menghadirkan acara semeriah ini berkat semangat gotong royong seluruh masyarakat," katanya.

 

Karolin menilai Grebeg Suro tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Jawa, tetapi juga menjadi ruang mempererat tali persaudaraan antarwarga di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada di Kabupaten Landak.

 

Ia berharap momentum Tahun Baru Islam atau malam Satu Suro menjadi doa bersama agar seluruh masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, rezeki yang melimpah, serta dijauhkan dari segala marabahaya.

 

"Mari kita rawat terus kerukunan dan persatuan di Kabupaten Landak tercinta, karena keberagaman adalah kekuatan kita," pesannya.

 

Ketua Panitia Festival Budaya Grebeg Suro ke-6, Teguh Pambudi, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan lancar berkat dukungan semua pihak.

 

Menurutnya, keberhasilan festival merupakan hasil kerja bersama masyarakat, pemerintah daerah, Paguyuban Jawa Kabupaten Landak, para pelaku seni, relawan, dan berbagai pihak yang turut berpartisipasi.

 

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian Festival Budaya Grebeg Suro ke-6 berjalan lancar. Ini bukan hanya keberhasilan panitia, tetapi keberhasilan seluruh masyarakat yang bergotong royong menjaga dan melestarikan budaya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Landak, para sponsor, relawan, seniman, dan seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan," ujar Teguh.

 

Ia berharap Festival Budaya Grebeg Suro dapat terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang mampu mengangkat potensi pariwisata sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat.

 

"Harapan kami, Grebeg Suro tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Jawa, tetapi menjadi milik seluruh masyarakat Kabupaten Landak sebagai ruang mempererat persatuan dalam keberagaman," tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Paguyuban Jawa Kabupaten Landak, Heru Prasetya, mengatakan bahwa Grebeg Suro merupakan wujud nyata komitmen masyarakat Jawa dalam menjaga warisan budaya sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

 

Menurut Heru, perjalanan festival hingga memasuki tahun keenam tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

 

"Kami sangat bersyukur Grebeg Suro terus berkembang dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan bahwa budaya masih dicintai masyarakat. Paguyuban Jawa Kabupaten Landak akan terus berkomitmen melestarikan tradisi leluhur dengan tetap menjunjung tinggi semangat kebhinekaan serta menghormati seluruh budaya yang hidup berdampingan di Kabupaten Landak," katanya.

 

Ia juga berharap generasi muda ikut mengambil peran dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa agar tidak tergerus perkembangan zaman.

 

"Budaya adalah identitas bangsa. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi. Karena itu kami ingin generasi muda ikut mencintai dan meneruskan warisan budaya ini," ujarnya.

 

Apresiasi juga datang dari Ketua Umum Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB), Dr. Purwanto, SH., M.Hum., FCBArb., FLLArb., yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai Festival Budaya Grebeg Suro di Kabupaten Landak telah menjadi contoh keberhasilan pelestarian budaya yang mampu memperkuat persatuan masyarakat.

 

Menurut Purwanto, penyelenggaraan festival secara konsisten selama enam tahun membuktikan bahwa budaya memiliki kekuatan besar dalam membangun harmoni di tengah keberagaman.

 

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Paguyuban Jawa Kabupaten Landak yang berhasil menjaga eksistensi Festival Budaya Grebeg Suro hingga tahun keenam. Ini bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi menjadi media mempererat persaudaraan lintas suku, agama, dan budaya di Kalimantan Barat," ungkapnya.

 

Ia menegaskan bahwa budaya harus terus dijadikan sebagai sarana memperkokoh persatuan bangsa.

 

"Kalimantan Barat adalah daerah yang majemuk. Melalui kegiatan budaya seperti Grebeg Suro, kita menunjukkan bahwa perbedaan adalah kekuatan. PJKB akan terus mendukung seluruh paguyuban di berbagai daerah untuk terus melestarikan budaya sekaligus menjaga nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan kebhinekaan," tegas Purwanto.

 

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon "Wahyu Tjempoko Muljo" berlangsung hingga dini hari dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Lakon yang dibawakan Ki Trinanto mengandung pesan moral tentang kepemimpinan yang bijaksana, amanah, keadilan, serta pentingnya mengutamakan kepentingan rakyat demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

 

Festival Budaya Grebeg Suro ke-6 pun kembali membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi perekat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat Kabupaten Landak. Melalui kebersamaan tersebut, Grebeg Suro kini tidak lagi hanya menjadi milik masyarakat Jawa, melainkan telah menjadi pesta budaya seluruh masyarakat Landak yang mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. (tim liputan).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini