KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio menerbitkan Peringatan Dini Cuaca Tiga Harian untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Sejumlah kabupaten diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama periode 29 Juni hingga 1 Juli 2026.BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca 3 Hari, Sebelas Daerah di Kalbar Berpotensi Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat
Dalam pembaruan data yang dirilis Senin (29/6/2026) pukul 08.15 WIB, BMKG menetapkan status WASPADA untuk beberapa wilayah. Status ini menunjukkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu genangan, banjir di daerah rawan, hingga tanah longsor di kawasan perbukitan.
Hari Pertama, Lima Daerah Berstatus Waspada
Untuk Senin (29/6), terdapat lima kabupaten yang masuk dalam peringatan dini, yakni:
- Kapuas Hulu
- Ketapang
- Melawi
- Sekadau
- Sintang
Masyarakat di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun berada di kawasan rawan bencana hidrometeorologi.
Selasa, Wilayah Terdampak Meluas
Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan semakin meluas pada Selasa (30/6). Sebanyak 11 kabupaten/kota masuk dalam daftar peringatan dini, yaitu:
- Bengkayang
- Kapuas Hulu
- Kayong Utara
- Ketapang
- Kota Singkawang
- Kubu Raya
- Landak
- Melawi
- Mempawah
- Sanggau
- Sekadau
- Sintang
Hari Selasa diprediksi menjadi periode dengan cakupan wilayah terdampak paling luas dibandingkan hari lainnya.
Rabu, Kapuas Hulu Masih Berpotensi Diguyur Hujan
Sementara itu, pada Rabu (1/7), potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan mulai berkurang. Namun, Kabupaten Kapuas Hulu masih menjadi satu-satunya wilayah yang tetap masuk dalam kategori WASPADA.
Hal ini menunjukkan bahwa Kapuas Hulu berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi selama tiga hari berturut-turut, sehingga masyarakat diminta terus memantau perkembangan cuaca.
Tidak Ada Potensi Angin Kencang
BMKG juga menyampaikan bahwa selama periode 29 Juni hingga 1 Juli 2026, tidak terdapat potensi angin kencang (nihil) di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mewaspadai dampak hujan, seperti jalan licin, meningkatnya debit sungai, genangan air, serta kemungkinan pohon tumbang akibat tanah yang jenuh air.
BMKG mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas, terutama bagi pengguna jalan, petani, nelayan, dan warga yang tinggal di daerah rawan banjir maupun longsor.
Catatan BMKG: Status WASPADA menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hingga pembaruan data ini, belum ada wilayah di Kalimantan Barat yang berstatus SIAGA (hujan lebat–sangat lebat) maupun AWAS (hujan sangat lebat–ekstrem.) (Tim Liputan)
Editor : Aan