Viral, MPR RI Minta Maaf atas Polemik Penilaian LCC 4 Pilar Tingkat Kalbar

Editor: Redaksi author photo
Siswi SMAN 1 Pontiuanak Yang Protes atas Penilaian Juri LCC 4 Pilar Tingkat Kalbar

KALBARNEWS,CO.ID (PONTIANAK) – Polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat tahun 2026 diduga dipicu gangguan teknis pada perangkat audio yang digunakan saat perlombaan berlangsung.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, mengungkapkan bahwa speaker yang mengarah ke meja dewan juri mengalami gangguan sehingga jawaban peserta tidak terdengar jelas.

 

“Informasi yang saya terima, speaker yang mengarah ke juri mengalami gangguan sehingga jawaban peserta kurang terdengar jelas. Sementara di live YouTube dan ke audiens penonton, suara terdengar jelas,” ujar Faisal, Senin (11/5/2026).

 

Menurut Faisal, kondisi tersebut diduga menjadi salah satu penyebab munculnya perbedaan penilaian dalam lomba yang sempat diprotes oleh tim SMA Negeri 1 Pontianak. Pasalnya, jawaban peserta yang terdengar jelas oleh penonton ternyata tidak sepenuhnya diterima dengan baik oleh dewan juri.

 

Polemik ini semakin menjadi perhatian publik setelah SMAN 1 Pontianak meminta Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memberikan klarifikasi resmi terkait hasil penilaian final LCC 4 Pilar tingkat Kalbar. Permintaan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi sekolah pada Minggu (10/5/2026).

 

Dalam pernyataannya, pihak sekolah mengaku telah meninjau ulang tayangan perlombaan dan menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat penjelasan lebih lanjut. Salah satunya terkait kesamaan substansi jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.

 

SMAN 1 Pontianak juga menilai timnya telah memberikan jawaban dengan jelas sehingga layak memperoleh penilaian yang adil dari dewan juri. Mereka meminta penyelenggara membuka dasar keputusan penilaian, memberikan klarifikasi resmi, serta melakukan evaluasi terhadap proses penjurian.

 

Menanggapi polemik tersebut, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf atas insiden kesalahan penilaian yang terjadi pada final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalbar.

 

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar dalam keterangan resmi MPR RI, Senin (11/5/2026).

 

Akbar menyesalkan adanya kejadian tersebut dan menegaskan pentingnya objektivitas, profesionalitas, serta respons cepat dari dewan juri dalam menyikapi keberatan peserta di lapangan. Ia juga memastikan akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan maupun kinerja dewan juri agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

 

Polemik penilaian ini sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai beragam tanggapan masyarakat yang meminta penyelenggara menjaga transparansi serta kredibilitas kompetisi tingkat pelajar tersebut. (tim liputan).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini