Perkuat Kelembagaan dan Pembiayaan, Langkah Konkret GPPI-Solidaridad Dorong Sertifikasi ISPO Petani Swadaya

Editor: Redaksi author photo

 Perkuat Kelembagaan dan Pembiayaan, Langkah Konkret GPPI-Solidaridad Dorong Sertifikasi ISPO Petani Swadaya

KALBARNEWS.CO,ID (JAKRTA) 
  Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) bersama Solidaridad, dengan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melakukan upaya konsolidasi lintas pemangku kepentingan mengatasi stagnasi sertifikasi yang saat ini mengancam daya saing jutaan petani kelapa sawit di pasar global. (28/4/2026)

 

Fakta di lapangan menunjukkan adanya tantangan besar bagi petani sawit swadaya. Berdasarkan data hingga Oktober 2025, dari total potensi 6,7 juta hektar lahan perkebunan rakyat, baru sekitar 1,1% atau seluas 76.528,57 hektar dengan 112 kelompok pekebun yang berhasil tersertifikasi ISPO. Kondisi ini menempatkan petani pada risiko kehilangan akses pasar internasional akibat regulasi pasar global seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR).

 

"ISPO bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi syarat mutlak dan benteng pertahanan terakhir bagi petani untuk bertahan di pasar domestik maupun global," tegas Yeni Fitriyanti, Country Manager Solidaridad Indonesia. Beliau menambahkan bahwa akselerasi membutuhkan terobosan utama, termasuk integrasi sistem satu pintu untuk memangkas birokrasi dan pemberdayaan digital bagi petani.

 

Agenda puncak kegiatan ini adalah Penandatanganan Persetujuan Pendanaan Sertifikasi antara kelompok tani dan lembaga sertifikasi. Langkah strategis ini menjadi solusi konkret atas hambatan biaya audit yang selama ini dikeluhkan oleh petani swadaya. Fokus utama kini beralih pada pemberian stimulus pendanaan melalui BPDP sesuai dengan semangat Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2025 yang menunda tenggat sertifikasi pekebun swadaya hingga 19 Maret 2029.

 

Kegiatan resmi dibuka oleh Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Ali Jamil, M.P., Ph.D. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum GPPI, Prof. Dr. Ir. Hj. Delima Hasri Azahari, MS., serta Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Hidayat.

 

Keberhasilan pemberdayaan ini tercermin dari dampak nyata yang telah dirasakan oleh komunitas petani di berbagai wilayah melalui model pendampingan berkelanjutan Solidaridad. Hingga saat ini, sebanyak 34.483 petani swadaya telah dibekali keterampilan melalui program sekolah lapangan, di mana 4.108 di antaranya telah sukses mengantongi sertifikat keberlanjutan (ISPO: 870, RSPO: 1.050, dan RegenAgri: 2.187).  Transformasi ini juga didukung oleh pemetaan lahan seluas 75.362 hektar yang tersebar di Kabupaten Sanggau dan Sintang (Kalimantan Barat), Kutai Timur (Kalimantan Timur), dan Lamandau (Kalimantan Tengah) yang secara kolektif mendorong total produksi tahunan para petani dampingan mencapai angka 269.014,84 ton.

 

Kegiatan lintas instansi ekosistem industri kelapa sawit ini memperkuat koordinasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil untuk mendorong transformasi tata kelola sawit rakyat demi kesejahteraan petani Indonesia. (Tim Liputan)

Editor : Aan


Share:
Komentar

Berita Terkini