Mengenal Gelung Nusantara, Merawat Identitas Budaya Perempuan Indonesia
KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) – Sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,
gelung atau sanggul memiliki beragam bentuk, pakem, dan filosofi yang berbeda
di setiap daerah. Meski dikenal memiliki aturan tertentu, gelung sejatinya
bukanlah praktik yang rumit. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Galeri
Indonesia Kaya menghadirkan program Ruang Kreatif bertajuk Mengenal
Gelung Nusantara, sebuah workshop yang mengajak masyarakat untuk
lebih dekat dengan salah satu warisan budaya Indonesia yang sarat makna. (22/4/2026).
“Melalui Ruang Kreatif Mengenal Gelung Nusantara, kami ingin
menghadirkan sebuah ruang belajar yang tidak hanya memperkenalkan ragam bentuk
dan filosofi gelung dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mengajak
masyarakat untuk memahami bahwa warisan budaya ini dapat terus relevan dan
diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bertepatan dengan semangat Hari
Kartini, program ini juga menjadi bentuk upaya kami dalam mendorong perempuan
Indonesia untuk terus mengeksplorasi potensi diri, sekaligus bangga terhadap
identitas budayanya. Melalui berbagai program yang kami hadirkan secara
konsisten, kami berharap dapat menciptakan ekosistem yang mendorong lahirnya
talenta-talenta baru serta memperkuat apresiasi masyarakat terhadap kekayaan
budaya Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri
Indonesia Kaya.
Kegiatan workshop gelung ini terbagi menjadi dua kategori
kelas, yaitu Kelas Profesional dan Kelas Umum. Kelas Profesional ditujukan bagi
para penata rias atau penata rambut profesional yang ingin memperdalam kembali
pakem gelung dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam workshop ini,
peserta diperkenalkan pada ragam gelung Nusantara dari Sabang hingga Merauke,
mencakup berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Riau, Bali, Jawa Tengah,
khususnya Solo sebagai salah satu akar perkembangan gelung, Kalimantan yang
masih jarang diperkenalkan, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.
Sementara itu, Kelas Umum terbuka bagi masyarakat luas yang ingin
mempelajari teknik dasar bergelung untuk kebutuhan sehari-hari maupun acara
spesial. Melalui workshop ini, peserta tidak hanya mendapatkan
pengetahuan tentang ragam gelung Nusantara yang jarang dibahas, tetapi juga
keterampilan praktis dalam menata rambut, baik untuk diri sendiri maupun orang
lain.
Workshop yang berlangsung pada 20 - 23 April 2026 ini
dipandu oleh Mas Yudin, seorang penata rias senior yang telah
berkecimpung di industri kecantikan Indonesia selama puluhan tahun. Dengan
pengalaman lebih dari empat dekade, termasuk perjalanannya bersama Martha
Tilaar Group di bagian artistik, Mas Yudin dikenal luas atas kontribusinya
dalam dunia tata rias, baik untuk kebutuhan fashion, pertunjukan, maupun
tatanan tradisional Nusantara, khususnya dalam momen penting seperti
pernikahan.
“Selama lebih dari 40 tahun saya berkecimpung di dunia tata rias, saya
melihat bagaimana gelung Nusantara terus berkembang, namun tetap memiliki akar
tradisi yang kuat. Yang membuat saya senang, minat terhadap gelung ini tidak
hilang, bahkan terus tumbuh di berbagai generasi. Di workshop ini, kita
bisa melihat peserta dari usia muda hingga yang sudah berpengalaman, semua
punya semangat yang sama untuk belajar. Hal ini menunjukkan bahwa gelung tidak
hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga memiliki masa depan yang
panjang, selama terus ada regenerasi dan ruang untuk belajar seperti yang
dihadirkan melalui program ini. Saya berharap agar setiap perempuan yang
menggunakan wastra Nusantara dapat semakin diperkaya dan dipercantik dengan
penggunaan gelung sebagai bagian dari identitas budaya kita,” ujar Mas Yudin.
Selain aktif berkarya, Mas Yudin juga kerap menjadi pelatih dan
pembicara dalam berbagai seminar dan lokakarya berskala nasional hingga
internasional. Karya terbarunya, Gelung Elok Nusantara, menjadi salah satu
bentuk dedikasinya dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni gelung
Indonesia.
Sebagai ruang publik berbasis budaya, Galeri Indonesia Kaya secara
konsisten menghadirkan berbagai program edukatif dan inspiratif yang terbuka
untuk masyarakat. Selain workshop Mengenal Gelung Nusantara, sebelumnya
Galeri Indonesia Kaya juga telah menyelenggarakan Ruang Kreatif bertema Seni
Jahit Patchwork bersama Eka Yunita pada Maret lalu, serta beragam kegiatan
lainnya yang mengangkat kekayaan seni dan budaya Indonesia.
Melalui workshop ini, Galeri Indonesia Kaya berharap dapat
mendorong generasi masa kini untuk lebih mengenal, mengapresiasi, serta
melestarikan kekayaan budaya Indonesia, sejalan dengan semangat Kartini dalam
memperjuangkan peran perempuan dan budaya bangsa. (Tim Liputan)
Editor : Aan