Kisah Emanuel Caar: Dari Diskriminasi Menuju Harapan di Pabrik Porang Manggarai

Editor: Redaksi author photo
Emanuel Caar (32), warga Sengari, Kelurahan Wangkung Reok, Kabupaten Manggarai, NTT

KALBARNEWS.CO.ID (MANGGARAI NTT) – Stigma lama yang melekat pada penyandang disabilitas sebagai kelompok yang sulit mendapatkan pekerjaan layak perlahan mulai memudar. Harapan baru itu kini dirasakan oleh Emanuel Caar (32), warga Sengari, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

 

Emanuel, yang merupakan penyandang disabilitas, kini menjadi bagian dari 75 karyawan di PT Argo Porang Nusantara. Di tengah keterbatasan fisik, ia membuktikan bahwa kesempatan kerja yang terbuka mampu melahirkan produktivitas tanpa batas.

 

Perjuangan di Tengah Diskriminasi

 

Di balik senyum yang kini menghiasi hari-harinya, tersimpan kisah pahit yang pernah ia alami. Sebelum bekerja di pabrik porang tersebut, Emanuel mengaku kerap menghadapi penolakan saat melamar pekerjaan.

 

Ia sering dipandang sebelah mata dan dinilai dari keterbatasannya, bukan dari kemampuan yang dimilikinya. Berulang kali mencoba mencari pekerjaan, namun selalu berakhir dengan kegagalan.

 

“Dulu sangat sulit. Orang lebih melihat kekurangan saya daripada kemampuan saya. Saya sempat merasa tidak punya masa depan di kampung sendiri,” ujarnya mengenang masa lalu.

 

Situasi itu sempat membuatnya hampir menyerah. Namun, kehadiran investasi pabrik porang di wilayah Reok menjadi titik balik yang mengubah jalan hidupnya.

 

Menjadi Tulang Punggung Keluarga

 

Kesempatan bekerja di PT Argo Porang Nusantara menjadi harapan baru bagi Emanuel. Ia merasa diperlakukan setara tanpa diskriminasi, serta diberi ruang untuk berkembang dan berkontribusi.

 

“Saya sangat bersyukur. Di sini saya diperlakukan sama. Saya bisa membantu keluarga dan membuktikan bahwa kami juga bisa berkontribusi bagi kemajuan daerah,” katanya.

 

Tak hanya bagi Emanuel, keberadaan pabrik tersebut juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selain menyerap tenaga kerja lokal, aktivitas industri ini turut mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Wangkung.

 

Dukungan warga pun terus mengalir, seiring meningkatnya perputaran ekonomi di kawasan tersebut.

 

Kini, setiap pagi Emanuel berangkat kerja dengan semangat baru. Rasa minder yang dulu menghantuinya perlahan sirna, digantikan oleh kepercayaan diri dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

 

Kisah Emanuel Caar menjadi gambaran nyata bahwa kesempatan yang inklusif dan dukungan lingkungan mampu mengubah kehidupan seseorang. Di Manggarai, harapan itu kini tumbuh subur—seiring berkembangnya industri porang yang memberi manfaat bagi banyak orang. (Sumber : Jaringan Promedia).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini