Hadapi El Nino Godzila 2026, 18 Pihak di Badau Teken Komitmen Perang Lawan Asap

Editor: Redaksi author photo

Hadapi El Nino Godzila 2026, 18 Pihak di Badau Teken Komitmen Perang Lawan Asap

KALBARNEWS.CO.ID (KAPUAS HULU)
-  Ancaman El Nino Godzila Juli-Agustus 2026 bukan isapan jempol. Data frekuensi karhutla yang naik tiap tahun jadi alarm keras bagi Kecamatan Badau. 


Menjawab itu, tiga raksasa sawit di bawah Karyamas Plantation-1 Region Badau: PT. Buana Tunas Sejahtera, PT. Sentrakarya Manunggal, dan PT. Mandala Intan Jaya menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan/Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan skala besar selama dua hari, 29-30 April 2026.


Kegiatan dipusatkan di Club House Serang Estate, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. 


Ini bukan sekadar seremonial. TNI, Polri, BPBD, Dinas Pertanian, DLH, Manggala Agni, Camat, 4 Kepala Desa, Tumenggung Dayak Iban, hingga 4 Patih adat duduk satu meja. Puncaknya: 18 pihak teken komitmen bersama perang lawan asap karhutla.


Warning keras datang dari Indra Kumara, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kapuas Hulu. “Data frekuensi karhutla naik tiap tahun. Tahun 2026 diprediksi El Nino Godzila. Kalau tidak siap sekarang, kita telat,” tegasnya.


Indra mengingatkan, Juli-Agustus 2026 jadi titik kritis. Sarana prasarana harus lengkap, SDM harus siap. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan Daerah Tangkapan Air Danau Sentarum yang berkelanjutan. “Saling kerja sama warga, desa, dan perusahaan biar cepat tanggap bencana,” katanya.


Regional Controler Badau, Tumbur Pardede mewakili manajemen memaparkan langkah konkret 3 perusahaan. Region Badau mengelola konsesi luas yang bersinggungan langsung dengan desa dan hutan, sehingga risiko karhutla tinggi.


“Tim perusahaan telah memberikan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di desa penyangga. Pencegahan yang sudah kami jalankan sosialisasi dan pelatihan karhutla ke masyarakat, monitoring hotspot satelit, patroli api rutin, membangun menara api, dan melengkapi sarpras di 3 PT,” beber Tumbur.


Kunci sukses, kata dia, ada di masyarakat. “Kami bersama-sama merangkul tokoh masyarakat agar tercipta suasana yang kondusif. Kalau desa tenang, kebun aman, asap tidak ada.”


Mewakili Kapolsek Badau, Bripka Trio P menegaskan apel siaga harus dimaknai serius. “Kegiatan ini bukan hanya seremonial. 


Kita harus siap kalau kejadian itu terjadi. Pemerintah mendukung Aturan dari perusahaan harus dijalankan dan ditaati. Silakan buka ladang, tapi mari bersama-sama ikuti peraturan pemerintah,” ujarnya.


Danramil Badau Kapten Mahfud S menyatakan TNI AD satu komando dalam perang lawan asap. “Kami TNI siap bersinergi dan membantu pencegahan karhutla. Kami dukung kegiatan seperti ini karena dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat Badau,” tegasnya.


Sekcam Badau Hasnul Shabri jujur mengubah kebiasaan lama warga itu sulit. “Kita harus jaga kebun kita, bukan hanya kebun masyarakat di luar perkebunan. Inti sosialisasi hari ini harus dijalankan. Boleh membakar lahan, tapi ada batasan maksimal 2 ha,” katanya.


Aturan itu diperkuat Julias Shofiar dari Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu dalam materi “Mitigasi Kebakaran Lahan dan Kebun”. Ia sebut dampak karhutla ada 3 sosial, ekonomi, kesehatan. Problem utama api kecil tidak cepat dipadamkan karena personel tidak siap.


Dasar hukumnya jelas. “UU No 39 Tahun 2024 tentang Perkebunan dan Inpres No. 11 Tahun 2015. Tujuan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar untuk lestarikan lingkungan dan kurangi gas rumah kaca. 


Setiap masyarakat tradisional yang buka lahan lebih dari 2 ha akan dikenakan sanksi sesuai UU,” papar Julias.


BPBD Kapuas Hulu lewat Gunawan sedang membangun Tim Reaksi Cepat Desa. Tujuannya agar desa bisa merespon cepat karhutla, banjir, dan bencana lain. “Bencana alam adalah garis nyata yang tidak bisa dihindari. Yang bisa kita lakukan adalah siap,” ujarnya.


Gunawan titip pesan ke peladang: “Kalau tinggalkan rumah, pastikan listrik dipadamkan. Banyak kebakaran karena korsleting.”


Bukti keseriusan Badau lawan asap adalah penandatanganan komitmen bersama. Pihak yang terlibat Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Kapuas Hulu, BPBD Kab. Kapuas Hulu, Dinas LH Perkim Kabupaten Kapuas Hulu, Manggala Agni Daops Semitau, Management 3 Perusahaan, Camat Badau, Kapolsek Badau, Danramil Badau, Danyon Satgas Pamtas RI-Malaysia/Yonkav-3 Badau, Tumenggung Suku Dayak Iban Badau, Kades Badau, Kades Janting, Kades Kekurak, Kades Sebindang, Patih Kekurak, Patih Janting, Patih Sebindang, dan Patih Tajum.


Regional Controler Badau, Tumbur Pardede mengatakan sinergi ini jadi benteng Badau hadapi musim kering ekstrem 2026. "Menara api sudah berdiri. Patroli jalan tiap hari. Warga diedukasi aturan 2 hektar. Aparat siap turun. Komitmen sudah diteken. Target Badau hanya satu 2026, nol hotspot, nol asap," pungkasnya.(Dulhadi)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini