KALBARNEWS.CO.ID (SINTANG) - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar merancang program yang benar-benar berdampak bagi masyarakat. Hal ini disampaikannya saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) tentang Kajian Resiliensi Fiskal dan Pendanaan Alternatif di Ruang Rapat Kolaborasi Bappeda Sintang, Selasa (28/4/2026). FGD Resiliensi Fiskal, Sekda Kartiyus Dorong OPD Fokus Program Berdampak bagi Masyarakat
FGD tersebut dihadiri perwakilan 11 OPD Pemkab Sintang, anggota Badan Anggaran DPRD Sintang Rudy Andreas, serta NGO Pattiro.
Dalam paparannya, Kartiyus mengungkapkan bahwa kondisi fiskal Kabupaten Sintang saat ini menghadapi tantangan berat. Ia menyebutkan adanya pemotongan anggaran yang cukup signifikan, yakni sekitar Rp388 miliar pada tahun 2026.
“Kondisi ini berdampak langsung pada berbagai sektor pembangunan dan memaksa kita untuk lebih adaptif, cermat, serta strategis dalam mengelola sumber daya yang terbatas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pendekatan “business as usual” tidak lagi relevan. Pemerintah daerah, kata dia, harus memperkuat ketahanan fiskal melalui belanja yang lebih tepat sasaran, efisien, dan selaras dengan prioritas pembangunan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pendanaan alternatif di luar APBD.
Kartiyus juga mengapresiasi berbagai inisiatif kolaborasi yang telah dilakukan, seperti CSR Award dan Mitra Pembangunan Award. Namun, ia menilai kolaborasi tersebut perlu ditingkatkan agar lebih sistematis, terarah, dan terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ia meminta OPD memastikan setiap program mampu menjawab kebutuhan mendasar masyarakat dan menghindari kegiatan yang tidak berdampak signifikan. Selain itu, ia menekankan pentingnya tata kelola yang transparan, berbasis data, dan terukur agar setiap anggaran dapat dipertanggungjawabkan dari sisi manfaat.
Lebih lanjut, Kartiyus mendorong OPD untuk aktif mengidentifikasi peluang pembiayaan dari sektor swasta, filantropi, kemitraan pembangunan, hingga skema inovatif lainnya. Ia juga menegaskan bahwa sinergi antar-OPD menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan pembangunan.
“Tidak ada satu OPD pun yang dapat bekerja sendiri dalam situasi ini. Sinergi adalah kunci,” tegasnya.
Menutup arahannya, Kartiyus berharap hasil FGD tidak berhenti sebagai dokumen semata, melainkan menjadi dasar langkah konkret Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menyiasati keterbatasan fiskal tanpa mengorbankan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. (tim Liputan)
Editor : Aan