| Bawaslu Kubu Raya Gelar Pendidikan Pengawasan Partisipatif untuk Pemilu 2029 Bermartabat |
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Yosep Harry Suyadi, serta Ketua dan Anggota Bawaslu Kubu Raya beserta jajaran sekretariat. Pendidikan Pengawasan Partisipatif ini dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya Ketua Bawaslu Kubu Raya Encep menyampaikan bahwa kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif merupakan bagian dari ikhtiar Bawaslu untuk memaksimalkan tugas dan fungsi pengawasan dengan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP), agar turut berperan aktif dalam melakukan pengawasan partisipatif melalui kegiatan P2P.
Menurutnya, pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas pemilu semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan tercipta kolaborasi yang kuat antara Bawaslu dan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu membahu dan bersama-sama melakukan pengawasan partisipatif demi mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat,” ujarnya.
Selain itu, Encep juga menegaskan pentingnya melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini guna meminimalisir potensi pelanggaran pada saat pelaksanaan pemilu nanti. Menurutnya, upaya pencegahan menjadi salah satu langkah strategis agar pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan aman, damai, jujur, dan adil.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Yosep Harry Suyadi, dalam arahannya menyampaikan bahwa Pemilu Tahun 2024 memang telah selesai dilaksanakan, namun berdasarkan amanat Undang-Undang Dasar, penyelenggaraan pemilu harus tetap dijalankan secara berkelanjutan dan kontinue sebagai bagian dari proses demokrasi di Indonesia.
Beliau menjelaskan bahwa selama ini pemilu sering kali dipandang hanya sebatas proses prosedural semata. Padahal, menurutnya, substansi utama dari pemilu adalah keterwakilan masyarakat, baik sebagai peserta pemilu maupun sebagai pemilih yang memiliki hak menentukan arah demokrasi bangsa.
Selain itu, beliau menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan pemilu. Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara pemilu, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu agar berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Pemerintahan yang efektif juga lahir dari keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan bersama. Oleh sebab itu, pengawasan partisipatif menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yosep Harry Suyadi menyampaikan bahwa kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif kali ini merupakan salah satu usaha Bawaslu untuk melakukan pengawasan secara lebih intensif. Walaupun secara kelembagaan tugas pengawasan berada pada Bawaslu, namun masyarakat juga harus ikut andil dalam melakukan pengawasan mengingat keterbatasan jumlah personel pengawas pemilu yang dimiliki Bawaslu.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan sejumlah isu yang marak terjadi pada saat pemilu, di antaranya disinformasi, misinformasi, dan malinformasi yang kerap berkembang di tengah masyarakat, khususnya melalui media sosial dan platform digital. Selain itu, isu politik uang juga masih menjadi tantangan serius dalam pelaksanaan pemilu.
Tidak hanya itu, beliau turut menyoroti pentingnya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri agar pelaksanaan pemilu dapat berjalan secara profesional dan berintegritas. Menurutnya, netralitas seluruh pihak menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
Di akhir penyampaiannya, Yosep Harry Suyadi berharap agar pelaksanaan pemilu ke depan dapat menjadi lebih baik lagi, baik dari sisi kualitas penyelenggaraan, partisipasi masyarakat, maupun kesadaran bersama dalam menjaga demokrasi yang bermartabat.
Kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti penyampaian materi dan diskusi interaktif yang membahas berbagai tantangan pengawasan pemilu di era digital. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kubu Raya berharap lahir agen-agen pengawasan partisipatif yang mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mengawal pelaksanaan Pemilu 2029 agar berlangsung secara demokratis, jujur, adil, dan bermartabat.. (tim Liputan)
Editor : Aan