KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK)– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada periode 7 hingga 13 April 2026.
Berdasarkan peta pemantauan BMKG, risiko karhutla terpantau meningkat terutama pada tanggal 7 hingga 9 April, serta kembali muncul pada 13 April 2026. Pada periode tersebut, beberapa wilayah menunjukkan kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, yang ditandai dengan warna kuning hingga merah pada peta.
Sementara itu, pada tanggal lainnya seperti 10 hingga 12 April, sebagian besar wilayah Kalbar masih berada pada kategori aman hingga tidak mudah terbakar, meski tetap perlu diwaspadai karena kondisi dapat berubah dengan cepat.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh cuaca yang cenderung kering di sejumlah wilayah, sejalan dengan mulai masuknya periode peralihan menuju musim kemarau. Situasi ini menyebabkan vegetasi dan lahan menjadi lebih mudah mengering dan rentan terbakar.
Potensi tertinggi terpantau terjadi secara sporadis di beberapa titik, yang mengindikasikan adanya wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran, terutama pada area lahan gambut dan perkebunan.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha dan petani, untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun. Selain itu, pemerintah daerah dan pihak terkait diminta meningkatkan patroli serta kesiapsiagaan dini guna mencegah meluasnya kebakaran.
“Perlu kewaspadaan bersama, terutama pada tanggal-tanggal yang telah diprediksi memiliki tingkat kemudahan terbakar lebih tinggi,” demikian imbauan BMKG.
Dengan tren kemarau yang diprediksi lebih kering tahun ini, langkah antisipasi sejak dini dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko bencana karhutla di Kalimantan Barat. (Tim Liputan)
Editor : Aan