KALBARNEWS.CO.ID (EMPANANG) — Ancaman musim kemarau ekstrem 2026 yang dibayangi fenomena “Godzilla El Nino” tak dianggap remeh oleh pelaku usaha perkebunan di Kapuas Hulu. Tolak Godzilla El Nino Masuk Kebun Kapuasindo Palm Industry Galang 10 Lembaga Siaga Karhutla di Empanang
PT Kapuasindo Palm Industry bergerak cepat dengan menggelar _Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan serta Penanggulangan Kebakaran Hutan, Lahan, dan Perkebunan_ di Club House Sungai Tawang Estate, Karyamas Plantation - Region Kenepai, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini jadi ajang konsolidasi besar. Lebih dari 10 pemangku kepentingan duduk satu meja: BPBD Kapuas Hulu, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Pangan, Manggala Agni DAOPS Semitau, unsur Muspika Empanang, kepala desa, kepala dusun, patih desa, hingga tokoh adat se-Kecamatan Empanang. Rangkaian acaranya sudah dimulai sehari sebelumnya, Senin (13/4/2026), dengan pelatihan praktik lapangan.
Estate Manager PT Kapuasindo Palm Industry, Fransiscus Yanuar Arvirio, menegaskan kegiatan ini bukan seremonial. “Kegiatan ini merupakan komitmen kami untuk terus berperan aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Kami percaya upaya ini harus dilakukan bersama, melibatkan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Fransiscus membeberkan kesiapan perusahaan menghadapi potensi kebakaran. “Sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk menekan potensi kebakaran sejak dini.
Kami telah siapkan sarana-prasarana, SDM tanggap darurat, monitoring _hotspot_ harian, serta patroli api rutin. Kesiapan ini menjadi bagian penting dalam upaya penanganan cepat apabila terjadi kebakaran di lapangan,” tegasnya.
Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan, mengingatkan bahwa karhutla adalah tanggung jawab bersama. Ia menyoroti potensi kemarau ekstrem 2026 yang diperparah ancaman “Godzilla El Nino”. “Fenomena ini dapat memicu musim panas lebih panjang dan meningkatkan risiko kebakaran. Kesiapsiagaan semua pihak sangat penting,” kata Gunawan.
Terkait kearifan lokal buka ladang, Gunawan meluruskan. Masyarakat tetap boleh membuka ladang dengan cara membakar sesuai aturan yang berlaku. Tapi ada syarat mutlak saat kemarau tiba. “Memasuki musim kemarau potensi kebakaran semakin besar.
Harap diperhatikan, apabila ingin membuka ladang, masyarakat harus proaktif wajib melapor ke pihak adat, desa, maupun perusahaan agar dapat mencegah hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Dalam sesi materi, Kabid III Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dari Manggala Agni, Dedy Sentosa, menekankan kerja sama tim. “Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, kerja sama tim menjadi hal yang sangat penting. Setiap anggota harus memahami perannya masing-masing di lapangan,” ujarnya.
Dedy menyebut koordinasi yang jelas antar anggota tim adalah kunci. Sebab kondisi lapangan kerap menghadapi hambatan: akses sulit, keterbatasan sumber air, hingga perubahan arah angin yang cepat. Karena itu, sehari sebelumnya seluruh peserta sudah dibekali pelatihan praktik penggunaan alat pemadam dan simulasi langkah awal saat api muncul.
Dari sisi lingkungan, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kapuas Hulu, Indra Kumara, mendorong pembukaan lahan tanpa bakar. Alasannya, asap merusak ekosistem dan mengganggu kesehatan masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha lebih peduli pada pengelolaan sampah dengan prinsip 5R: _reduce, reuse, recycle, replace,_ dan _replant_.
Sejalan dengan itu, PT Kapuasindo Palm Industry memberi contoh langsung. Selama kegiatan, konsumsi tamu undangan tak lagi menggunakan air minum kemasan botol plastik sekali pakai. Semua diganti dengan tumbler dan gelas kertas yang lebih ramah lingkungan.
Langkah ini diapresiasi pihak Kecamatan Empanang. Mewakili Camat, staf kecamatan menyebut kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi semua pihak yang terlibat.
Sebagai penutup, seluruh perwakilan menandatangani Berita Acara dan Komitmen Bersama pencegahan karhutla. Ada 10 pihak yang tanda tangan BPBD Kapuas Hulu, Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, Dinas Lingkungan Hidup Kapuas Hulu, Manggala Agni, Manajemen PT Kapuasindo Palm Industry, Camat Empanang/mewakili, Kapolsek Empanang/mewakili, Danramil Empanang/mewakili, perwakilan tokoh adat, dan kepala desa setempat.
Komitmen bersama ini diharapkan jadi fondasi kuat mendukung program pemerintah mencegah bencana karhutla dan kabut asap. Dengan sarpras siap, SDM terlatih, patroli jalan, dan jalur komunikasi dibuka lebar, Region Kenepai menyatakan perang terhadap api liar sebelum “Godzilla El Nino” benar-benar datang.(Dulhadi)