Tangis Bupati Pecah di Pesisir Kapuas, RTLH Warga Arang Limbung Akhirnya Dibedah

Editor: Redaksi author photo
Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE,. M.Sos

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) - Suasana haru menyelimuti kunjungan Bupati Kubu Raya saat meninjau langsung kondisi rumah tak layak huni (RTLH) milik warga di Gang Besar, Desa Arang Limbung, kawasan pesisir bantaran Sungai Kapuas. Dengan suara tercekat dan mata berkaca-kaca, Bupati tak mampu menyembunyikan keprihatinannya melihat kondisi tempat tinggal Pak Kandar, warga dengan empat anak yang hidup dalam keterbatasan.


Di tengah kunjungan tersebut, Bupati menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa datang langsung melihat kondisi warga. Ia pun memastikan bahwa rumah tersebut akan segera dibongkar dan dibangun kembali mulai hari Senin mendatang.


“Saya minta maaf Bu, saya terlambat datang. Tapi insyaallah hari Senin kita mulai bongkar dan kita bangun kembali,” ucapnya dengan nada penuh empati.


Bupati mengungkapkan, kondisi seperti ini kerap ditemui di wilayah pesisir, khususnya di bantaran Sungai Kapuas, di mana masih terdapat kantong-kantong kemiskinan. Ia menjelaskan, keterbatasan intervensi pemerintah melalui APBD seringkali terkendala legalitas kepemilikan tanah warga.


Meski demikian, ia menegaskan bahwa solusi tetap diupayakan melalui kolaborasi berbagai pihak. Dalam penanganan RTLH ini, bantuan datang dari Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten, Bank Kalbar, Perumdam Tirta Raya, serta para relawan dan sahabat kemanusiaan.


“Kalau kita keliling ke tempat seperti ini, rasanya dada sesak. Tapi kita tidak boleh menyerah. Saya yakin Allah Maha Baik dan pasti memberi jalan bagi kita yang sabar,” tuturnya.


Pak Kandar sendiri sehari-hari bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap menunjukkan semangat dan ketabahan.


Bupati pun memastikan akan mengawal langsung proses pembangunan rumah tersebut hingga selesai, serta meminta tim untuk mempercepat pengerjaan agar keluarga Pak Kandar segera memiliki hunian yang layak.


Kunjungan ini menjadi potret nyata bahwa di balik keterbatasan regulasi, kepedulian dan gotong royong masih menjadi harapan bagi masyarakat kecil di wilayah pesisir Kubu Raya. (tim liputan).


Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini