KALBARNEWS.CO.ID (KENEPAI) — Ancaman kemarau panjang akibat fenomena “Godzilla El Nino” 2026 tak ditunggu pasif. PT Dinamika Multi Prakarsa (DMP) bersama PT Gading Tirta Mandiri (GTM) di bawah Karyamas Plantation Region Kenepai bergerak cepat menggalang kolaborasi lintas sektor untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Siaga Hadapi “Godzilla El Nino” 2026, 10 Lembaga Bersatu Cegah Karhutla di Kenepai
Selama dua hari, 15–16 April 2026, Long House Kawi Estate menjadi pusat konsolidasi melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pencegahan serta penanggulangan karhutla. Kegiatan ini melibatkan 10 pemangku kepentingan, mulai dari BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Pangan, Manggala Agni DAOPS Semitau, unsur kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh adat, hingga pelaku usaha.
Estate Manager Kawi Estate, Gokhan Togatorop, menegaskan komitmen perusahaan dalam mencegah karhutla secara kolaboratif.
“Kegiatan ini merupakan tanggung jawab kami untuk berkontribusi aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan. Kami juga telah membentuk kelompok tanggap darurat di setiap unit serta rutin melakukan pelatihan,” ujarnya.
Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan, mengingatkan bahwa pertengahan tahun merupakan periode rawan karena bertepatan dengan musim kemarau dan aktivitas berladang masyarakat.
“Membakar lahan diperbolehkan dalam kearifan lokal, namun harus sesuai aturan dan dikomunikasikan dengan pihak desa maupun perusahaan agar tidak menimbulkan risiko,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Manggala Agni, Dedy Sentosa, menekankan pentingnya kesiapsiagaan di lapangan, termasuk koordinasi dan komunikasi yang solid menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan air dan perubahan arah angin.
Dari sisi lingkungan, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kapuas Hulu, Indra Kumara, mengajak semua pihak menerapkan prinsip 5R—reduce, reuse, recycle, replace, dan replant sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla.
Kegiatan ditutup dengan simulasi pemadaman di lapangan serta penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh pihak yang terlibat. Kesepakatan ini menjadi langkah konkret memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Dengan sinergi lintas sektor, Region Kenepai menegaskan satu komitmen: api boleh digunakan secara bijak untuk berladang, namun tidak boleh berkembang menjadi bencana. (Dulhadi)
Editor : Aan