KALBARNEWS.CO.ID (PONTAIANK) – Event Saprahan Khatulistiwa 2026 yang dirangkaikan dengan Kalbar Food Festival resmi diperkenalkan melalui press conference sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi UMKM dan sektor pariwisata di Kalimantan Barat.Saprahan Khatulistiwa 2026 & Kalbar Food Festival Digelar 4–6 Mei, Dorong UMKM Naik Kelas dan Pariwisata Berdaya Saing
Kegiatan ini akan berlangsung pada 4 hingga 6 Mei 2026 di halaman parkiran Megamall Pontianak, dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan terbuka secara gratis untuk masyarakat umum.
Press conference tersebut menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar) Provinsi Kalbar, Drs. Sugeng Hariadi, MM., Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Dhony Iwan Kristanto, serta Founder Kalbar Food Festival Edy Hartono dan Yenna Wiguna.
Penyelenggaraan Saprahan Khatulistiwa 2026 menjadi bentuk komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan penguatan peran BI pasca implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Kepala Dinas Porapar Kalbar, Sugeng Hariadi, menilai kegiatan ini memiliki peran strategis dalam mengangkat potensi daerah, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Event ini bukan hanya ajang promosi wisata, tetapi juga ruang bagi UMKM untuk berkembang dan memperluas pasar. Ini langkah penting agar produk lokal Kalbar mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalbar, Dhony Iwan Kristanto, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami terus mendorong UMKM untuk naik kelas melalui digitalisasi dan akses pasar yang lebih luas. Kegiatan ini adalah bentuk sinergi nyata antara pemerintah, BI, dan pelaku usaha,” katanya.
Dari sisi penyelenggara, Founder Kalbar Food Festival, Edy Hartono, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menghadirkan inovasi kuliner khas daerah sekaligus mencatatkan rekor nasional.
“Tahun ini kami akan memecahkan rekor MURI dengan memasak 12 ribu porsi lontong Sukadana. Kami telah menyiapkan 10 kuali besar.” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan akan semakin semarak dengan kehadiran juara pertama MasterChef Indonesia asal Pontianak, Stephanie Meyerson.
Selain festival kuliner, rangkaian acara juga akan diisi dengan promosi UMKM, hiburan, serta penutupan meriah berupa pesta kembang api. Panitia turut menyiapkan penghargaan bagi pegiat media sosial serta penghargaan wanita inspiratif yang akan diberikan kepada Hj. Erlina Norsan.
Melalui Saprahan Khatulistiwa 2026, diharapkan Kalimantan Barat mampu memperkuat daya saing daerah, sekaligus menjadikan sektor UMKM dan pariwisata sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi ke depan. (tim Liputan)
Editor : Aan