Perdana, ICDN Sintang Gelar Seminar Bahas Revolusi Mental Intelektual Dayak

Editor: Redaksi author photo

 Perdana, ICDN Sintang Gelar Seminar Bahas Revolusi Mental Intelektual Dayak
KALBARNEWS.CO.ID (SINTANG) – Dewan Pengurus Daerah Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (DPD ICDN) Kabupaten Sintang periode 2025–2030 menggelar seminar perdana yang mengangkat tema penguatan mental intelektual Dayak. Kegiatan berlangsung di Pendopo Bupati Sintang, Sabtu (18/4/2026).

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Antonius, Herpanus, dan Leonardus Miau, dengan moderator Michelle Eko Hardian.

Dalam pemaparannya, Antonius mengangkat materi “Revolusi Intelektual Dayak di Era Globalisasi dan Teknologi”. Ia menekankan pentingnya intelektual Dayak memiliki prinsip kuat, kemampuan berpikir logis, serta mampu membaca fakta di lapangan dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia juga mendorong agar kalangan intelektual tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi bertransformasi menjadi pengambil kebijakan berbasis data. Menurutnya, ICDN perlu aktif melakukan kajian untuk membantu pemerintah daerah, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sintang yang dinilai masih tinggi meski kaya sumber daya alam.

Selain itu, ia mengingatkan adanya tantangan serius yang dihadapi generasi muda, seperti peredaran narkoba dan pergaulan bebas yang dapat menggerus masa depan masyarakat Dayak.

Sementara itu, Herpanus dalam materinya tentang “Peran Intelektual Dayak dalam Perubahan Sosial” menjelaskan bahwa revolusi intelektual merupakan upaya revitalisasi nilai budaya Dayak melalui penguatan kedaulatan pengetahuan, pendidikan yang berakar pada budaya, advokasi, serta perlindungan ruang hidup masyarakat adat.

Di sisi lain, Leonardus Miau membawakan materi bertajuk “Nilai-Nilai Luhur Dayak dan Injil: Fondasi Revolusi Mental Orang Dayak”. Ia menekankan pentingnya kesadaran jati diri dalam menjaga nilai-nilai budaya.

Ia mengajak masyarakat Dayak untuk melakukan revolusi mental melalui perubahan pola pikir, sikap, dan tindakan ke arah yang lebih positif. Nilai-nilai seperti integritas, etos kerja, dan gotong royong dinilai menjadi kunci dalam membentuk masyarakat yang lebih baik.

Leonardus juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali nilai budaya Dayak dalam kehidupan sehari-hari yang diperkuat dengan nilai keimanan. Ia menegaskan bahwa perubahan ke arah yang lebih baik menjadi penting agar masyarakat Dayak tidak tertinggal di tanahnya sendiri.

Menurutnya, Gereja Katolik turut mendukung perkembangan budaya Dayak, yang tercermin dalam praktik inkulturasi antara budaya lokal dan kehidupan bergereja.

Melalui seminar ini, ICDN Sintang diharapkan mampu menjadi ruang diskusi produktif bagi kalangan intelektual Dayak dalam merumuskan gagasan strategis untuk mendorong kemajuan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini