KALBARNEWS.CO.ID (SINTANG) - Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny mendorong agar ke depan Kabupaten Sintang memiliki produk unggulan di sektor meubel berbahan kayu, khususnya yang berasal dari Kecamatan Ambalau dan Serawai yang masih memiliki kekayaan sumber daya alam berupa kayu.
Wabup Florensius Ronny, Dorong Ada Produk Unggulan Kabupaten Sintang
Hal tersebut disampaikan Florensius Ronny saat memberikan arahan pada acara Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Peningkatan Daya Saing Ekonomi yang digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sintang pada Selasa, 10 Maret 2026.
Dalam arahannya, Ronny mengaku hingga saat ini belum melihat adanya produk meubel berbahan kayu dari Kabupaten Sintang yang benar-benar dikenal luas.
“Saya belum melihat satu pun produk berbahan kayu seperti meubel yang berasal dari Kabupaten Sintang, misalnya dalam bentuk sofa, kursi, dan meja. Bahkan saya melihat meja pun kita harus mendatangkan dari Jepara,” ujar Ronny.
Menurutnya, Kabupaten Sintang sangat memungkinkan untuk memproduksi berbagai produk meubel seperti meja, kursi, dan lemari yang dapat menjadi produk unggulan daerah, khususnya dari Kecamatan Serawai dan Ambalau.
“Menurut saya, Kabupaten Sintang sangat mungkin memproduksi meja, kursi, dan lemari yang kemudian menjadi produk unggulan Serawai dan Ambalau. Karena itu, saya mendorong forum ini bisa menjadi ruang diskusi untuk menghasilkan ide-ide baru terkait produk unggulan daerah di masa depan,” jelasnya.
Ronny juga berharap kecamatan lain di Kabupaten Sintang dapat mengembangkan produk unggulan masing-masing sesuai dengan potensi yang dimiliki.
“Kecamatan lain juga kita dorong untuk memiliki produk unggulan masing-masing. Saya berharap pada Forum OPD tahun 2027 mendatang, saat menyusun program untuk 2028, pelaku UMKM kita undang dan kita ajak berdiskusi dalam rangka menciptakan produk unggulan daerah,” pintanya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk mengubah pola pikir dalam memulai usaha.
“Saya selalu mengatakan kepada anak-anak muda agar mengubah cara berpikirnya, bahwa untuk memulai sebuah usaha tidak harus memiliki modal sendiri terlebih dahulu. Mereka bisa mengajukan pembiayaan ke pemerintah atau perbankan, asalkan serius ingin membuka dan menjalankan usahanya,” terangnya.
Ke depan, pemerintah daerah juga berencana melakukan pendataan terhadap pelaku usaha kecil untuk melihat peluang dukungan yang bisa diberikan.
“Ke depan, pelaku usaha kecil bisa kita data dan dianalisis apakah pemerintah bisa masuk untuk membantu. Kita juga bisa memfasilitasi mereka mendapatkan pinjaman dari bank sehingga usahanya bisa berkembang dan menghasilkan produk unggulan bagi Kabupaten Sintang,” pungkas Ronny. (Tim Liputan)
Editor : Aan