KALBARNEWS.CO.ID ( KAPUAS HULU) - Tim gabungan TNI-Polri, pihak Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) serta Manggala Agni kembali menunjukkan kesigapannya dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perbatasan. kegiatan pengecekan titik api (hotspot) di kawasan Tanjung Hantu, Desa Pulau Majang, Kecamatan Badau.Tim Gabungan TNI-Polri dan Pihak Terkait Berhasil Padamkan Karhutla Taman Nasional Danau Sentarum
Pengecekan dilakukan di titik koordinat Latitude 0.94182 dan Longitude 111.994, yang sebelumnya terdeteksi sebagai area kebakaran. Kegiatan tersebut melibatkan personel Polsek Badau, Koramil 1206-04/Badau, Resort TNDS Pulau Majang, serta tim Manggala Agni Semitau.
Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan sarana prasarana berupa perahu, speed boat, mesin robin, handy talky (HT), drone, serta peralatan pemadaman seperti selang dan alat semprot manual.
Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, Jamali menjelaskan bahwa dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan satu lokasi hamparan kebakaran di wilayah Tanjung Hantu dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±116,8 hektare.
"Lahan yang terbakar merupakan jenis gambut, yang memiliki karakteristik mudah terbakar dan berpotensi menyimpan bara api dalam waktu lama," ujar Jamali.
Ia menyampaikan, tim gabungan kemudian melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pihak TNDS dan Manggala Agni, hingga melakukan pengecekan jalur api yang berpotensi merambat ke kawasan hutan lindung.
Berdasarkan hasil pemantauan, api yang telah terjadi sejak tanggal 24 Maret 2026 tersebut akhirnya berhasil dipadamkan setelah penanganan intensif selama kurang lebih lima hari.
Seluruh rangkaian kegiatan pengecekan selesai pada pukul 18.00 WIB dalam situasi aman, lancar, dan kondusif. Meski demikian, lokasi bekas kebakaran masih dalam tahap pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh aktivitas masyarakat luar yang melakukan kegiatan mencari ikan di kawasan danau, khususnya saat melakukan aktivitas memasak tanpa memastikan api benar-benar padam.
Petugas mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam beraktivitas di kawasan hutan dan perairan, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
"Kami akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan untuk mencegah terjadinya karhutla di masa depan," tutup Kasi Humas Polres Kapuas Hulu Jamali.(Dulhadi)
Editor : Aan