KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Sebanyak 75 santri yatim dan penghafal Al-Qur’an dari berbagai pondok pesantren mendapatkan kesempatan istimewa mengikuti agenda Ifthor Akbar Special bersama 320 santri yatim dan penghafal Al-Qur’an di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (7/3/2026).
75 santri yatim dan penghafal Al-Qur’an dari berbagai pondok pesantren mendapatkan kesempatan istimewa mengikuti agenda Ifthor Akbar
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar Munzalan yang menghadirkan ratusan santri dari berbagai lembaga pendidikan Islam. Para santri yang didampingi berasal dari Pondok Serumpun Cahaya 2, Panti Hidayatullah, Pondok Al I’tikaf, serta program Santri Mendunia.
Penggerak sekaligus Ketua Masjid Al-Isro dan Rohis Bandara Supadio, Gieon Sugiono, menyampaikan bahwa pihaknya mendapat amanah untuk mendampingi para santri dalam kegiatan penuh keberkahan tersebut.
“Alhamdulillah kami dari Masjid Al-Isro Bandara Supadio dan Rohis Bandara Supadio diamanahkan untuk mendampingi 75 adik-adik santri yatim dan penghafal Al-Qur’an mengikuti agenda Ifthor Akbar Special bersama 320 santri di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat,” ujarnya.
Menurut Gieon, amanah besar tersebut tidak mungkin dijalankan sendiri. Karena itu, kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Bandara Internasional Supadio, Lanud Supadio, hingga perangkat Desa Limbung.
“Ini amanah luar biasa yang kami jalankan bersama-sama. Sinergi banyak pihak menjadi kunci terselenggaranya kegiatan ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, 20 santri dari program Santri Mendunia juga tampil membanggakan dengan membawakan lagu Theme Song Summer Camp Khatulistiwa dengan penuh semangat di hadapan ratusan peserta.
Selain menikmati momen berbuka puasa bersama, para santri juga mendapatkan pengalaman berharga melalui berbagai penampilan dari pondok pesantren peserta lainnya serta hiburan religi dari guest star Tazki A Cappella dan Manjakani. Tidak hanya itu, para santri juga menerima berbagai hadiah istimewa yang semakin menambah kebahagiaan mereka di bulan suci Ramadhan.
Gieon menjelaskan bahwa santri dalam program Santri Mendunia merupakan hasil seleksi dari ratusan santri yatim di wilayah sekitar Bandara Supadio yang selama ini dibina oleh Masjid Al-Isro dan Rohis Bandara Supadio.
Rencananya, pada Juli 2026 mendatang, para santri tersebut akan mewakili Kalimantan Barat dalam ajang nasional Summer Camp di Bogor yang akan diikuti sekitar 2.000 santri yatim dan penghafal Al-Qur’an dari 20 provinsi di Indonesia.
“Insyaallah adik-adik Santri Mendunia ini akan mewakili Kalimantan Barat di event nasional Summer Camp di Bogor. Kami berharap mereka dapat kembali mengharumkan nama Kalimantan Barat seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Pihaknya juga membuka peluang kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak untuk membantu keberangkatan para santri menuju ajang nasional tersebut.
“Program amal sholeh ini akan terus berjalan dengan atau tanpa kita. Pertanyaannya, adakah peran kita di dalamnya? Mari ambil bagian dan wujudkan Summer Camp Khatulistiwa Goes to Bogor Juli 2026,” pungkasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung generasi penghafal Al-Qur’an agar terus berprestasi dan membawa harum nama daerah di tingkat nasional.(bw)
Editor : Aan