KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Kepolisian Republik Indonesia menggelar Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah. Operasi ini akan berlangsung hingga 29 Maret 2026 dengan fokus memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur Lebaran.
Polres Kubu Raya Siapkan 85 Personel Operasi Ketupat 2026, Amankan Arus Mudik Dan Balik Lebaran
Dalam operasi tersebut, Polri secara nasional menyiapkan sebanyak 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan (Pospam), 779 pos pelayanan (Posyan), dan 343 pos terpadu. Pos-pos tersebut akan difungsikan sebagai pusat informasi, pengamanan, serta pelayanan bagi masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran.
Pengamanan juga akan difokuskan pada 185.067 objek penting, di antaranya masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat, pemerintah juga telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan lalu lintas jalan dan penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Dalam SKB tersebut diatur sejumlah kebijakan, seperti pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contraflow, ganjil genap, penundaan proyek konstruksi, serta pengaturan penyeberangan laut.
Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan sistem buffer zone dan delaying system pada jalur penyeberangan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.
Polri juga menaruh perhatian terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok serta bahan bakar minyak (BBM) selama periode mudik. Oleh karena itu, aparat diminta melakukan monitoring terhadap pasokan, harga, dan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Selain pengamanan arus lalu lintas, potensi gangguan keamanan juga menjadi perhatian, seperti kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar, serta perkelahian antar kelompok. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian akan meningkatkan patroli rutin dengan melibatkan unsur pengamanan swakarsa, terutama di titik-titik rawan.
Sementara itu, berdasarkan prediksi BMKG, kondisi cuaca selama arus mudik Lebaran berpotensi berawan hingga hujan lebat. Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Seluruh pelaksanaan Operasi Ketupat juga didukung strategi komunikasi publik yang intensif agar masyarakat mengetahui berbagai layanan kepolisian. Salah satunya dengan mengoptimalkan layanan call center 110, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kepolisian yang cepat, responsif, dan solutif.
Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam Operasi Ketupat 2026 pihaknya menyiapkan 85 persen kekuatan personel, serta mendapat dukungan dari TNI dan berbagai stakeholder terkait.
“Pada pelaksanaan Operasi Ketupat tahun 2026 di Polres Kubu Raya, sekitar 85 persen personel dilibatkan dan juga ada pelibatan dari TNI maupun stakeholder lainnya untuk melaksanakan pengamanan,” ujar Kapolres saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, pihaknya menyiapkan beberapa pos pengamanan dan pos pelayanan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama di titik-titik rawan kemacetan dan gangguan keamanan.
Salah satu pos pelayanan utama ditempatkan di Bandara Supadio, yang merupakan pintu masuk dan keluar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melalui jalur udara.
Selain itu, pos pelayanan juga didirikan di Jalan Trans Kalimantan, kawasan Teluk Bakung, untuk mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, mengingat jaraknya yang cukup jauh dari kantor Polres maupun Polsek.
“Pos ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, kemacetan lalu lintas, maupun kondisi darurat lainnya,” jelasnya.
Dalam struktur Operasi Ketupat, personel juga dibagi dalam sejumlah satuan tugas (Satgas), termasuk Satgas Lalu Lintas yang akan melakukan patroli di jalan raya guna mencegah terjadinya kecelakaan dan kemacetan menjelang maupun saat libur Lebaran.
Kapolres juga mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik agar memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan mudik agar memastikan rumah dalam keadaan aman, seperti mengunci rumah dengan baik dan memberi informasi kepada tetangga,” katanya.
Selain itu, Polres Kubu Raya juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat yang akan mudik.
“Bagi masyarakat yang akan mudik dan ingin menitipkan kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, dapat dititipkan di Polres. Kendaraan akan kami jaga sampai masyarakat kembali dari mudik, dan layanan ini tidak dipungut biaya,” tegasnya.
Pengawasan terhadap potensi peredaran narkoba juga akan diperketat, termasuk di kawasan Bandara Supadio dengan melibatkan berbagai unsur pengamanan, seperti TNI, TNI AU, serta petugas keamanan bandara, untuk memonitor pergerakan barang-barang yang dicurigai.
Kapolres berharap seluruh pihak dapat terus meningkatkan soliditas dan sinergitas selama pelaksanaan operasi.
“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan mudik aman dan keluarga bahagia,” pungkasnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan serta selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam.
“Semoga di bulan yang penuh rahmat ini kita senantiasa mendapatkan ampunan dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutupnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan