![]() |
| Polres Kapuas Hulu Siap Amankan Idul Fitri 2026 Lewat Ops Ketupat Mudik Aman Keluarga Bahagia |
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Aprianto Uda, S.I.K., M.H., bersama Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Abdul Hamid S.Pi., (tautan tidak tersedia), Asisten II Pemda Kapuas Hulu Tri Wati, S.P., (tautan tidak tersedia), Pasi Intel Kodim 1206 Putussibau Kapten Inf Safri Doni, Kepala Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu I Ketut Suarbawa, S.H., M.H., perwakilan Pengadilan Negeri Putussibau, para kepala dinas instansi terkait, Pejabat Utama Polres Kapuas Hulu, para Kapolsek jajaran serta anggota Polres Kapuas Hulu.
Rapat koordinasi digelar sebagai bentuk kesiapan lintas sektor dalam menghadapi pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 yang diprediksi akan meningkatkan mobilitas masyarakat, khususnya arus mudik dan arus balik.
Dalam sambutannya, Kapolda Kalimantan Barat menegaskan bahwa setiap tahun Polri dan seluruh instansi terkait selalu menghadapi momentum besar perayaan Idul Fitri yang membutuhkan kesiapan maksimal.
Tahun ini terdapat tantangan tersendiri karena situasi global yang tidak menentu serta berbarengan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
Kapolda menekankan bahwa tugas utama aparat adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjamin rasa aman bagi para pemudik. Oleh karena itu, seluruh instansi diharapkan dapat memberikan masukan serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi kerawanan selama periode mudik Lebaran.
Operasi Ketupat Kapuas 2026 mengusung tema "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" dan akan dilaksanakan mulai 13 Maret 2026 dengan melibatkan berbagai unsur, baik dari Polri, TNI, pemerintah daerah maupun stakeholder terkait.
Dalam arahannya, Kapolda juga memberikan sejumlah penekanan kepada jajaran di daerah, di antaranya memastikan kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat, mengoptimalkan layanan Command Center 110, mengelola keamanan dan keselamatan lalu lintas selama arus mudik, serta melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan pokok dan BBM agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Selain itu, jajaran Kapolres diminta untuk memastikan SPBU mengutamakan pengisian BBM bagi kendaraan pemudik serta mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Sosial dan SDM menyampaikan bahwa rakor ini merupakan forum penting dalam menyatukan langkah seluruh unsur guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri 2026.
Ia menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor, kesiapan moda transportasi, pelayanan kesehatan, mitigasi bencana, serta menjaga stabilitas pasokan pangan dan energi selama masa Lebaran.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan paparan dari sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar yang menjelaskan kesiapan prasarana jalan, manajemen lalu lintas, pemeriksaan kendaraan (ramp check), serta rencana rekayasa arus lalu lintas di titik rawan kemacetan.
Selain itu, Kementerian Agama Kalbar menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan awal, 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, namun penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang Isbat pemerintah pada 19 Maret 2026.
Kementerian Agama juga menyampaikan bahwa di Kalimantan Barat terdapat 202 masjid ramah pemudik yang tersebar di 14 kabupaten/kota dan dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat bagi para pemudik guna mencegah kecelakaan akibat kelelahan.
Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Aprianto Uda, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan rakor lintas sektoral merupakan langkah awal yang penting dalam memastikan kesiapan pengamanan Idul Fitri di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.(Dulhadi)
