Panen Perdana Melon, Bupati Sujiwo Dorong Konsep Pertanian Modern Berbasis Pemberdayaan di Kubu Raya

Editor: Redaksi author photo

 Panen Perdana Melon, Bupati Sujiwo Dorong Konsep Pertanian Modern Berbasis Pemberdayaan di Kubu Raya

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)
– Bupati Sujiwo menghadiri undangan panen perdana buah melon yang digelar di Kantor Desa Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya. Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo menyampaikan gagasan besar untuk mendorong pemberdayaan masyarakat desa melalui konsep pertanian modern yang terintegrasi dengan ketahanan pangan dan peluang ekonomi.

Menurut Sujiwo, pemerintah daerah akan mendorong pemberdayaan masyarakat mulai dari tingkat rumah tangga hingga kelompok-kelompok masyarakat di desa. Ia menilai, berbagai potensi lahan yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi sumber ekonomi produktif.

“Setiap kompleks perumahan, setiap rumah tangga, dan setiap kelompok masyarakat bisa kita gerakkan. Misalnya melalui budidaya perikanan, pemanfaatan parit atau lahan kosong yang dibersihkan dan ditata sehingga bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan seperti lele,” ujarnya.

Ia menjelaskan, parit-parit yang sebelumnya tidak produktif dapat dikelola dengan sistem sederhana seperti membuat pembatas air atau ambang tinggi. Dengan cara tersebut, air tetap dapat mengalir saat hujan tinggi, namun mampu menahan air ketika curah hujan rendah sehingga ikan tetap bisa hidup.

Selain perikanan, Sujiwo juga mendorong pemanfaatan lahan untuk berbagai tanaman seperti buah-buahan, sayuran, dan tanaman pangan lainnya. Menurutnya, langkah ini dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru di desa.

Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga menyoroti potensi pertanian modern seperti sistem hidroponik yang dinilai mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Dengan sistem hidroponik, bertani menjadi lebih modern, tidak kotor, dan menarik bagi generasi milenial maupun Gen Z. Kalau mereka melihat pertanian dengan cara yang modern, saya yakin mereka tidak akan gengsi untuk bertani,” katanya.

Ia juga mengapresiasi pihak yang telah memberikan transfer pengetahuan kepada masyarakat, serta berharap koperasi desa yang terlibat dapat terus mengembangkan program tersebut agar manfaatnya semakin luas.

Sujiwo bahkan mencontohkan potensi bisnis dari budidaya melon yang dinilai cukup menjanjikan. Menurutnya, dalam lahan berukuran 20 x 20 meter, panen melon dalam waktu sekitar 60 hari dapat menghasilkan pendapatan hingga Rp160 juta.

Lebih jauh, ia melihat budidaya melon tidak hanya berpotensi sebagai usaha pertanian, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi konsep agrowisata yang memiliki nilai tambah ekonomi.

“Kalau dijual di pasar mungkin sekitar Rp30 ribu per kilogram, tapi kalau kita kemas dengan konsep agrowisata bisa dijual sampai Rp50 ribu dan orang tetap rebutan. Karena ada nilai edukasi, orang bisa datang, foto, membuat konten, dan belajar tentang pertanian,” jelasnya.

Ke depan, Sujiwo berencana memetakan sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Kubu Raya untuk dijadikan sentra-sentra ketahanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap konsep ini dapat menjadi gerakan bersama yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian yang modern, produktif, dan bernilai ekonomi tinggi(Tim Liputan)

editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini