Kualitas Udara Kalbar Memburuk, Sungai Raya Catat Level Berbahaya

Editor: Redaksi author photo

Kualitas Udara Kalbar Memburuk, Sungai Raya Catat Level Berbahaya

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)
- Berdasarkan infografis yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar, kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada 3 Maret 2026 menunjukkan fluktuasi tajam, bahkan sempat menyentuh kategori berbahaya pada dini hari.

Pukul 00.00 WIB, Kubu Raya Tembus 592,3 µg/m³

Data konsentrasi partikulat PM2.5 mencatat nilai maksimum harian tertinggi terjadi di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, yakni mencapai 592,3 µg/m³ pada pukul 00.00 WIB. Angka tersebut masuk dalam kategori berbahaya.

Sementara itu, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, juga mencatat angka tinggi sebesar 331,7 µg/m³ pada pukul 03.00 WIB, yang juga berada dalam kategori berbahaya.

Berbeda dengan dua wilayah tersebut, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, mencatat kondisi jauh lebih baik dengan nilai maksimum 10,4 µg/m³ pada pukul 18.00 WIB dan masuk kategori baik.

Rata-rata Harian Masih Mengkhawatirkan

Untuk nilai rata-rata harian, Sungai Raya, Kubu Raya, mencatat 128,7 µg/m³ (kategori tidak sehat), sedangkan Jongkat, Mempawah, berada di angka 148,3 µg/m³ (kategori tidak sehat).

Sementara Sungai Tebelian, Sintang, mencatat rata-rata harian hanya 4,9 µg/m³, yang tetap berada dalam kategori baik.

Fluktuasi Tajam Dini Hari, Membaik Siang Hari

Grafik pemantauan menunjukkan lonjakan signifikan terjadi pada rentang waktu tengah malam hingga dini hari. Namun, memasuki siang hingga sore hari, konsentrasi PM2.5 cenderung menurun drastis di sebagian besar wilayah, bahkan berada di zona baik hingga sedang.

Kategori kualitas udara berdasarkan PM2.5 sendiri terbagi menjadi:

  • 0–15,5 µg/m³: Baik

  • 15,6–55,4 µg/m³: Sedang

  • 55,5–150,4 µg/m³: Tidak Sehat

  • 150,5–250,4 µg/m³: Sangat Tidak Sehat

  • 250,5 µg/m³: Berbahaya

Dengan adanya lonjakan hingga kategori berbahaya di beberapa wilayah, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk, menggunakan masker, serta memantau informasi resmi dari BMKG Kalbar melalui laman resminya.

Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi pencemaran udara yang bisa berdampak serius terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini