KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Sujiwo melakukan kunjungan kerja ke Pura Giri Pati Mulawarman yang berada di Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada umat Hindu yang tengah mempersiapkan perayaan Hari Raya Nyepi. (6/3/2026).
Jelang Nyepi, Bupati Sujiwo Beri Dukungan Umat Hindu di Pura Giri Pati Mulawarman
Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo menyampaikan bahwa kunjungannya merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap seluruh umat beragama yang ada di Kubu Raya. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman agama, budaya, dan etnis yang ada di daerah tersebut.
“Alhamdulillah hari ini saya bisa kembali berkunjung ke pura ini. Ini merupakan pura kebanggaan saudara-saudara kita umat Hindu di Kubu Raya. Kehadiran saya di sini untuk memberikan support dalam persiapan pelaksanaan Hari Raya Nyepi, dan insyaAllah saya akan upayakan hadir pada saat pelaksanaannya nanti,” ujar Sujiwo saat diwawancarai.
Menurutnya, keberagaman yang ada di masyarakat tidak boleh menjadi bahan perdebatan, melainkan harus dijaga dan dikelola sebagai kekuatan untuk membangun daerah.
“Keanekaragaman baik budaya, agama maupun etnis jangan pernah diperdebatkan. Justru perbedaan itu harus kita jaga dan kita jadikan kekuatan serta potensi yang baik bagi daerah,” tegasnya.
Sujiwo juga menegaskan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya berkomitmen menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun etnis.
“Saya sebagai bupati adalah orang tuanya semua umat, semua agama, semua budaya, dan semua etnis yang ada di Kabupaten Kubu Raya. Negara melalui konstitusi sudah menjamin setiap warga negara berhak memeluk agama dan menjalankan ibadahnya,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa sejak masa kampanye, dirinya bersama Wakil Bupati Sukiryanto telah berkomitmen untuk menjadi pemimpin bagi seluruh umat beragama.
“Saya dan Pak Sukiryanto akan menjadi orang tuanya semua umat, baik umat Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha maupun Konghucu. Begitu juga menjadi orang tuanya seluruh etnis yang ada di Kubu Raya,” katanya.
Sujiwo juga mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh budaya untuk terus menjaga komunikasi dan membangun toleransi agar harmonisasi di Kubu Raya tetap terjaga.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga budaya sebagai identitas bangsa. Ia bahkan mengutip gagasan Soekarno tentang Trisakti yang menempatkan budaya sebagai salah satu pilar penting bangsa.
“Budaya itu sangat penting karena merupakan jati diri bangsa. Setiap etnis memiliki budaya yang harus dijaga, termasuk budaya saudara-saudara kita dari Bali. Pemerintah daerah akan memberikan dukungan agar mereka bisa memelihara agama dan budayanya dengan baik,” pungkas Sujiwo. (Tim Liputan)
Editor : aan