Bupati Sujiwo: Relawan Damkar Adalah Patriot, Pemkab Kubu Raya Siapkan Bantuan dan Perkuat Penanggulangan Karhutla

Editor: Redaksi author photo

 Bupati Sujiwo: Relawan Damkar Adalah Patriot, Pemkab Kubu Raya Siapkan Bantuan dan Perkuat Penanggulangan Karhutla
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)  – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan bahwa pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan terkait apel kesiapsiagaan serta dukungan bagi para relawan pemadam kebakaran. (7/3/2026).

Menurut Sujiwo, pemerintah daerah sangat mengapresiasi kerja keras berbagai pihak yang selama ini terlibat langsung dalam penanganan kebakaran, mulai dari TNI, Polri, petugas damkar pemerintah, damkar swasta hingga para relawan.

“Terima kasih kepada Kapolres, Dandim, Damkar pemerintah, damkar swasta serta para relawan yang selama ini luar biasa dalam penanggulangan kebakaran. Bagi kami mereka adalah patriot, karena saat masyarakat tidur lelap mereka justru berada di lapangan menghadapi asap, debu dan api,” ujar Sujiwo.

Sebagai bentuk perhatian, Pemkab Kubu Raya sebelumnya telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp210 juta saat status darurat ditetapkan, yang didistribusikan untuk mendukung kegiatan para relawan. Selain itu, melalui dukungan Bank Kalbar, pemerintah juga menyalurkan sekitar 1.000 paket sembako dan bingkisan Ramadan bagi para relawan damkar.

Sujiwo menegaskan bantuan tersebut bukan semata dilihat dari nilai sembakonya, melainkan sebagai bentuk perhatian dan penghargaan pemerintah kepada para relawan yang telah mengabdikan diri secara sukarela.

“Relawan itu orang-orang yang rela berkorban. Karena itu pemerintah wajib hadir memberikan perhatian agar tidak menjadi zalim kepada mereka yang telah berjuang di lapangan,” tegasnya.

Saat ini Pemkab Kubu Raya juga tengah melakukan inventarisasi peralatan pemadam kebakaran, seperti mesin dan selang, baik yang dimiliki TNI, Polri, pemerintah, maupun swasta. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat koordinasi serta kesiapan dalam menghadapi potensi karhutla.

Selain itu, Sujiwo mengungkapkan pihaknya juga sedang menggalang gotong royong untuk menyalurkan sekitar 35.000 paket sembako kepada masyarakat yang berhak menerima.

Ia menjelaskan, perhatian serius terhadap penanggulangan karhutla tidak lepas dari kondisi geografis Kubu Raya yang memiliki lahan gambut sangat luas, sekitar 80 persen dari total wilayah gambut di Kalimantan Barat berada di kabupaten tersebut.

“Kubu Raya juga memiliki objek vital seperti Bandara Supadio dan menjadi daerah penyangga Kota Pontianak. Banyak kantor pemerintahan dan fasilitas penting berada di wilayah ini, sehingga tentu menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Meski demikian, Sujiwo mengakui penanganan kebakaran di lapangan sering menghadapi berbagai kendala, seperti akses jalan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam maupun keterbatasan sumber air.

“Kadang mobil tidak bisa masuk ke lokasi, atau kalau bisa masuk justru sulit mendapatkan sumber air. Belum lagi keterbatasan peralatan. Tapi teman-teman di lapangan tetap berjuang maksimal,” katanya.

Sujiwo juga menyadari bahwa pemerintah sering menjadi sorotan ketika terjadi kebakaran. Namun ia menegaskan hal tersebut merupakan konsekuensi dari sebuah jabatan.

“Tidak ada kerja yang sempurna. Kadang kita dibully atau dimaki, itu biasa. Tapi yang penting niat kami jelas, kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini