
Bupati Sujiwo: Kami Tak Akan Lupakan Keringat Para Pejuang, Tapi Kini Kami Milik Seluruh Rakyat
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati KubuRaya Sujiwo menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Sukiryanto tidak akan pernah melupakan perjuangan para relawan dan sahabat yang telah mengantarkan keduanya meraih kemenangan hingga dipercaya memimpin Kabupaten Kubu Raya. (12/3/2026)
Hal tersebut disampaikan Sujiwo saat bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama para sahabat perjuangan. Dalam kesempatan itu, ia mengaku bersyukur karena masih dapat bertemu dengan para pejuang yang dahulu bersama-sama berjuang memenangkan dirinya dan Sukiryanto.
“Alhamdulillah hari ini saya bisa bersilaturahmi bersama teman-teman yang dulu pernah berjuang bersama saya dan Pak Sukiryanto. Pada akhirnya Allah memberikan amanah berupa kemenangan dan rakyat memberikan kepercayaan kepada kami,” ujar Sujiwo.
Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh relawan dan sahabat perjuangan yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan keringat demi kemenangan tersebut.
Namun Sujiwo menjelaskan, setelah dirinya dan Sukiryanto resmi menjabat sebagai bupati dan wakil bupati, keduanya tidak lagi hanya milik kelompok atau tim tertentu, melainkan sudah menjadi milik seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya.
“Ketika saya dan Pak Wakil Bupati sudah menjabat, maka otomatis kami menjadi milik seluruh masyarakat Kubu Raya,” jelasnya.
Karena itu, Sujiwo mengaku terkadang tidak dapat memenuhi semua undangan dari para sahabat perjuangan, seperti menghadiri pernikahan, acara keluarga, maupun undangan lainnya.
“Kadang saya dan Pak Wakil Bupati tidak bisa menghadiri undangan teman-teman, misalnya ketika ada yang menikah, sunatan, atau kegiatan lainnya. Tapi demi Allah, saya tidak akan pernah melupakan tetesan keringat dari perjuangan teman-teman,” tegasnya.
Ia menambahkan, dalam sumpah jabatannya sebagai kepala daerah, dirinya telah berkomitmen untuk selalu mendahulukan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi, keluarga, maupun kelompok.
“Salah satu sumpah jabatan saya adalah mendahulukan kepentingan rakyat. Artinya kepentingan rakyat nomor satu, sementara kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok berada setelah itu, termasuk kepentingan orang-orang yang dulu pernah berjuang bersama kami,” ungkapnya.
Meski demikian, Sujiwo memastikan bahwa para relawan tetap memiliki hak yang sama untuk merasakan hasil pembangunan di Kabupaten Kubu Raya.
Ia juga berharap para sahabat perjuangan tetap proaktif dan terus menjalin komunikasi. Salah satunya melalui grup WhatsApp yang saat ini beranggotakan lebih dari seribu orang.
“Grup itu kita jadikan tempat silaturahmi, saling menyapa setelah salat subuh, saling mendoakan, dan menjaga kebersamaan,” katanya.
Menurut Sujiwo, komunikasi yang baik dengan masyarakat sangat penting untuk membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan rakyat.
“Saya dan Pak Wakil Bupati ingin selalu tertawa dan menangis bersama rakyat. Sejak awal kami ingin membangun ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat. Kalau chemistry itu sudah klik, maka memimpin Kubu Raya akan jauh lebih mudah,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Sujiwo kembali meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat, khususnya para sahabat perjuangan yang telah mengantarkan dirinya dan Sukiryanto hingga dipercaya memimpin daerah tersebut.
“Perjalanan pengabdian kami masih lebih dari empat tahun ke depan. Tantangan ke depan sangat berat, karena itu kami sangat membutuhkan dukungan dan doa dari masyarakat Kabupaten Kubu Raya, khususnya teman-teman yang dulu pernah berjuang bersama kami,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan