Bupati Sujiwo Apresiasi Jalan Sehat dan Donor Darah Umat Hindu: Persatuan Adalah Modal Utama Membangun Daerah

Editor: Redaksi author photo

Bupati Sujiwo Apresiasi Jalan Sehat dan Donor Darah Umat Hindu: Persatuan Adalah Modal Utama Membangun Daerah
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya Sujiwo memberikan apresiasi terhadap kegiatan jalan sehat dan donor darah yang digelar umat Hindu dalam rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membawa manfaat bagi kesehatan, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian kemanusiaan. (8/3/2026).

Sujiwo mengatakan, jalan sehat berdampak positif bagi kesehatan masyarakat, sementara donor darah merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

“Ini kegiatan yang sangat baik. Jalan sehat menyehatkan kita, sedangkan donor darah adalah bentuk kepedulian kemanusiaan. Tentu kegiatan seperti ini patut kita apresiasi,” ujarnya.

Ia juga menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarwarga, khususnya masyarakat Bali yang berada di Kubu Raya. Menurutnya, momen kebersamaan seperti ini dapat menjadi sarana melepas rindu dan memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman.

Sujiwo menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati dan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus menjaga harmonisasi serta kerukunan antarumat beragama di Kubu Raya.

“Menjaga kerukunan antarumat itu wajib kita wujudkan. Bukan hanya dalam kata-kata, tetapi harus benar-benar kita hadirkan secara nyata,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai kepala daerah dirinya adalah milik seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun budaya.

“Saya ini bupati milik semua. Walaupun saya seorang Muslim, ketika sudah diamanahkan menjadi bupati, maka saya harus mengayomi semua kelompok budaya dan agama. Saya harus menjadi orang tua bagi semuanya,” katanya.

Lebih lanjut Sujiwo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Menurutnya, persatuan merupakan modal utama dalam membangun bangsa dan daerah.

“Persatuan dan kesatuan adalah modal utama membangun bangsa ini. Bukan semata soal anggaran besar. Banyak negara yang punya anggaran besar, tetapi karena persatuannya terpecah, hasilnya tidak maksimal,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa menjaga harmonisasi tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh etnis, hingga kelompok budaya.

“Semua harus bersatu padu, bergandengan tangan menjaga harmonisasi. Dengan kebersamaan itulah kita bisa membangun daerah ini dengan baik,” pungkasnya. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini