KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal distribusi bahan bakar minyak (BBM) agar tidak mengalami kekosongan di SPBU. Hal ini disampaikannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu SPBU di wilayah Kubu Raya. (20/3/2026).
Bupati Kubu Raya Sidak SPBU, Tekankan Pasokan BBM Tak Boleh Terputus
Dalam keterangannya, Sujiwo mengungkapkan bahwa lamanya antrean disebabkan keterlambatan kedatangan mobil tangki dari Pertamina. Ia bahkan menghitung langsung durasi habisnya stok BBM di lapangan.
“Kalau satu tangki bisa habis dalam 3 sampai 4 jam, maka sebelum stok benar-benar kosong, harus segera dilakukan pengisian ulang. Jangan sampai terputus, itu yang kita inginkan,” tegasnya.
Sujiwo meminta pihak SPBU dan Pertamina untuk mempercepat proses distribusi dengan sistem koordinasi yang lebih baik. Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif, seperti melakukan permintaan tambahan pasokan saat stok mulai menipis.
Meski situasi ini dinilai sebagai ujian, terutama di momen bulan baik menjelang hari besar, Sujiwo mengimbau masyarakat tetap bersabar. Pemerintah daerah, kata dia, terus bekerja keras bersama pihak terkait untuk mengurai antrean panjang.
“Kita akan kawal terus bersama, saya juga akan pantau langsung di lapangan. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.
Pemkab Kubu Raya bersama Pertamina dan pengelola SPBU kini terus berupaya menjaga stabilitas pasokan agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal. (Tim Liputan)
Editor : Aan