KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya Sujiwo, menargetkan penataan kawasan Bundaran Tugu Durian selesai sebelum Hari Raya Idulfitri. Kawasan tersebut dipoles dengan perpaduan warna-warni yang mencolok namun tetap harmonis, sehingga diharapkan menjadi ruang publik baru yang menarik bagi masyarakat. (16/3/2026).
Bundaran Tugu Gaforaya Dipoles Warna-Warni, Bupati Sujiwo Siapkan Festival Gema Idulfitri dan Pesta Kembang Api
Sujiwo menjelaskan, ornamen di kawasan bundaran tersebut menggunakan berbagai warna seperti hijau, merah, abu-abu tua, hingga biru yang dipadukan secara artistik. Selain itu, elemen akar pohon asli juga tetap dipertahankan sebagai bagian dari keindahan taman.
“Sekarang sudah selesai perpaduan warna-warni. Ada hijau dari akar aslinya, kemudian merah, abu tua, biru, semuanya berpindah-pindah tapi saling melengkapi. Target kita sebelum Lebaran ini sudah 100 persen selesai,” ujarnya.
Tidak hanya mempercantik kawasan bundaran, pemerintah daerah juga akan menambah elemen taman berupa rumput hijau di sekitar area tersebut sehingga suasananya semakin asri dan nyaman bagi pengunjung.
Lebih lanjut, Sujiwo mengungkapkan bahwa kawasan bundaran ini nantinya akan dijadikan ruang publik multifungsi yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Sebagai bagian dari pemanfaatan ruang publik tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga telah menyiapkan agenda besar bertajuk Gema Idulfitri yang akan digelar pada 6 Syawal mendatang.
“Pada Lebaran keenam Syawal nanti kita akan menggelar Gema Idulfitri. Akan ada festival bedug, hadroh, lagu-lagu religi, hingga tarian-tarian Islami yang kita hadirkan untuk masyarakat,” kata Sujiwo.
Menariknya, dalam kegiatan tersebut juga akan ditampilkan pesta kembang api yang diperkirakan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati hiburan setelah Hari Raya.
Sujiwo menegaskan bahwa kawasan bundaran tersebut dirancang sebagai ruang publik terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh semua kelompok masyarakat untuk berbagai kegiatan.
“Ini ruang publik, milik masyarakat. Warga Tionghoa bisa merayakan Imlek, masyarakat Nasrani kalau ingin mengadakan kegiatan, umat Hindu misalnya ingin menampilkan ogoh-ogoh juga silakan. Semua bisa menggunakan fasilitas ini,” jelasnya.
Ia berharap dengan hadirnya kawasan bundaran yang tertata rapi dan berbagai kegiatan budaya tersebut, masyarakat Kubu Raya memiliki ruang berkumpul yang nyaman sekaligus mempererat kebersamaan di tengah keberagaman. (Tim Liputan)
Editor : Aan