KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat merilis data sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Kalimantan Barat pada 5 Maret 2026 pukul 00.00–23.00 WIB. Dari hasil pemantauan satelit, terdeteksi 107 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten. BMKG Deteksi 107 Titik Panas di Kalbar, Ketapang Tertinggi
Berdasarkan data tersebut, wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak berada di Kabupaten Ketapang dengan 71 hotspot, terdiri dari tingkat kepercayaan rendah 27 titik, menengah 41 titik, dan tinggi 3 titik.
Jumlah titik panas berikutnya tercatat di Kabupaten Mempawah sebanyak 16 titik, kemudian Kubu Raya 9 titik, serta Singkawang 4 titik.
Sementara itu, beberapa daerah lainnya juga terdeteksi titik panas dalam jumlah lebih sedikit, seperti Sambas sebanyak 2 titik, Sanggau 2 titik, Kayong Utara 2 titik, serta Melawi 1 titik.
Adapun wilayah seperti Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Landak, Sekadau, dan Pontianak tidak terdeteksi adanya titik panas pada periode pengamatan tersebut.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat 38 hotspot tingkat kepercayaan rendah, 66 tingkat menengah, dan 3 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.
BMKG menjelaskan bahwa deteksi hotspot dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS dari satelit polar seperti NOAA20, S-NPP, Terra, dan Aqua. Pemantauan ini bertujuan mengidentifikasi anomali suhu panas yang mengindikasikan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa daerah yang tertutup awan atau berada pada blank zone kemungkinan tidak dapat terdeteksi oleh satelit.
Dengan adanya temuan ini, masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang memiliki jumlah hotspot cukup tinggi seperti Ketapang. (Tim Liputan)
Editor : Aan