KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Semangat persaudaraan lintas iman dan keberagaman kembali diteguhkan dalam kegiatan yang digelar Dewan Pengurus Wilayah Badan Persaudaraan Antar Iman (DPW BERANI) Kalimantan Barat.
BERANI Kalbar Perkuat Persaudaraan Lintas Iman, Tokoh PKB Serukan Moderasi dan Kebersamaan
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai tokoh yang hadir, karena dinilai menjadi wujud nyata moderasi beragama serta penguat kebersamaan di tengah masyarakat multikultural Kalimantan Barat.Sabtu (14/3/2026) Sore
Ketua DPW BERANI Kalimantan Barat, Darma Wijaya, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan pihak yang telah hadir serta mendukung hingga terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa BERANI sebagai badan otonom PKB terus berkomitmen merawat semangat persaudaraan, toleransi, dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Kalimantan Barat, Mulyadi Tawik, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan BERANI Kalbar patut menjadi percontohan bagi badan otonom PKB lainnya. Menurutnya, BERANI Kalbar layak mendapat apresiasi tinggi karena mampu menghadirkan ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat persatuan.
Anggota MPR RI Fraksi PKB, Dr. Daniel Johan, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kalimantan Barat merupakan miniatur Indonesia karena kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya.
“Kalbar itu miniatur Indonesia dengan keberagamannya,” ujar Daniel saat memberikan sambutan.
Ia menuturkan, keberadaan BERANI menjadi warisan penting sekaligus jembatan lintas etnis dan lintas iman, terlebih dalam momentum kebersamaan antara perayaan Imlek dan Ramadan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk nyata moderasi beragama yang perlu terus dijaga dan diperkuat.
Daniel juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan, pandangan, maupun latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan dan kebersamaan di Kalimantan Barat.
“Meski berbeda pilihan, jangan sampai memecah persaudaraan dan kebersamaan di Kalbar,” ucapnya.
Lebih lanjut, Daniel berharap BERANI Kalbar terus mendorong lahirnya kegiatan-kegiatan yang melibatkan tokoh agama dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang kian kompleks di tengah masyarakat.
Ia menilai peran tokoh agama sangat penting, termasuk dalam mendorong kepastian dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaannya, sekaligus mempererat hubungan antarsesama warga dari berbagai latar belakang.
Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan ceramah oleh KH. Helmi Amin, selaku Ketua Dewan Syuro DPW PKB Kalimantan Barat. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya nilai kemanusiaan yang melampaui sekat identitas.
Menurut KH. Helmi Amin, ketika terjadi musibah seperti kebakaran, masyarakat selalu hadir untuk saling membantu tanpa melihat perbedaan agama, suku, maupun latar belakang.
Ia juga menyampaikan pesan moral dari sebuah kisah tentang seorang pendosa yang tetap memperoleh rahmat Allah karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Dari kisah itu, ia mengajak seluruh hadirin untuk menanamkan kepedulian, kasih sayang, dan semangat tolong-menolong kepada siapa pun tanpa memandang identitas.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan lintas iman tetap hidup dan tumbuh di Kalimantan Barat. Melalui peran BERANI Kalbar, nilai-nilai moderasi beragama diharapkan terus menjadi fondasi dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat. (bw)
Editor : Aan