Pemrov Kalbar dan Pelindo Bahas Penguatan Terminal Kijing sebagai Motor Ekonomi dan Jalur Ekspor Internasional

Editor: Redaksi author photo

Pemrov Kalbar dan Pelindo Bahas Penguatan Terminal Kijing sebagai Motor Ekonomi dan Jalur Ekspor Internasional

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK)
- Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan, menerima kunjungan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Kalbar, Kantor Gubernur Kalbar. 


Pertemuan tersebut membahas penguatan peran pelabuhan sebagai penggerak ekonomi daerah, khususnya optimalisasi Terminal Kijing dalam mendukung ekspor, distribusi logistik, dan konektivitas Kalimantan Barat ke pasar nasional maupun internasional.


Dalam kesempatan tersebut, H. Ria Norsan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar untuk mendukung operasional Terminal Kijing secara maksimal. 


Menurutnya, pelabuhan dalam yang dimiliki Kalbar ini memiliki potensi besar sebagai jalur perdagangan internasional, namun masih membutuhkan dukungan infrastruktur penunjang agar dapat beroperasi lebih optimal.


“Pertemuan dengan PT Pelindo ini dalam rangka mendukung operasional Pelabuhan Kijing secara maksimal. Saat ini akses jalan dari  Pontianak menuju pelabuhan Kijing, masih belum optimal. Pemerintah Provinsi Kalbar akan berupaya mencari investor untuk pembangunan jalan tol tersebut,” ujar H.Ria Norsan, Jumat (27/02/26).


Ia menambahkan, saat ini sudah terdapat sejumlah calon investor yang menyatakan minat untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur pendukung. 


Harapannya, dengan dukungan akses jalan yang memadai, arus logistik dan peti kemas menuju dan dari Terminal Kijing dapat meningkat signifikan.


“Pelabuhan Kijing ini adalah pelabuhan dalam satu-satunya di Kalbar dan merupakan jalur internasional. Pelabuhan ini sudah beroperasi, namun memang belum maksimal. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan Pelindo, kita optimistis potensi besar ini bisa dimanfaatkan sepenuhnya,” tambahnya.


Sementara itu, Dirut PT Pelindo, Achmad Muchtasyar, menegaskan bahwa Terminal Kijing bukan hanya penting bagi Kalimantan Barat, tetapi juga berperan strategis secara nasional.


“Pelabuhan Kijing adalah motor penggerak ekonomi, tidak hanya untuk Kalbar tetapi juga untuk Indonesia. Keberadaannya sangat strategis dalam mendukung arus barang ekspor dan impor. Namun tentu, pelabuhan ini perlu didukung oleh akses jalan yang memadai, terutama untuk pergerakan peti kemas,” jelasnya.


Ia optimis, dengan dukungan pemerintah daerah dan minat investor yang mulai tumbuh, pengembangan akses infrastruktur dapat segera terealisasi. “Insyaallah kita akan mendapatkan investor untuk mendukung pengembangan ini,” katanya.


General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya peningkatan layanan dan fasilitas di Terminal Kijing agar mampu bersaing dengan pelabuhan lain di kawasan.


“Kami di Pelindo Regional 2 Pontianak berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi operasional bongkar muat, kesiapan alat, maupun sistem digitalisasi layanan. Terminal Kijing memiliki kapasitas dan kedalaman alur yang sangat mendukung kapal-kapal besar bersandar,” ungkap Kalbar Yanto.


Menurutnya, dengan dukungan akses jalan yang representatif dan sinergi lintas sektor, Terminal Kijing akan semakin menarik bagi pelaku usaha dan industri, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan volume ekspor komoditas unggulan Kalbar, serta memperkuat konektivitas dengan pasar global.


Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kondusif tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam percepatan optimalisasi Terminal Kijing. 


Sinergi antara pemerintah daerah dan PT Pelindo dinilai menjadi kunci untuk menjadikan pelabuhan ini sebagai simpul logistik strategis dan penggerak utama ekonomi Kalimantan Barat. (Tim Liputan)
Editor : Aan



Share:
Komentar

Berita Terkini