BMKG Catat 123 Titik Panas di Kalbar, Kubu Raya Tertinggi dengan 39 Hotspot

Editor: Redaksi author photo

 BMKG Catat 123 Titik Panas di Kalbar, Kubu Raya Tertinggi dengan 39 Hotspot

KALBARNEWS.CO.ID (KALIMANTAN BARAT)
– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 123 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat pada 31 Januari 2026, berdasarkan pemantauan satelit dari pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.


Dari data sebaran hotspot tersebut, Kabupaten Kubu Raya menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 39 hotspot, yang terdiri dari 6 titik berkepercayaan rendah, 32 menengah, dan 1 titik berkepercayaan tinggi. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang perlu diwaspadai secara serius.


Selain Kubu Raya, hotspot juga terpantau di sejumlah daerah lain, di antaranya Mempawah dengan 54 titik, Sanggau sebanyak 10 titik, Landak 8 titik, Pontianak 5 titik, serta Sintang dan Kapuas Hulu masing-masing 3 dan 2 titik. 


Sementara beberapa wilayah seperti Sambas, Bengkayang, Kayong Utara, Melawi, dan Singkawang tidak terdeteksi adanya titik panas.


Secara keseluruhan, tingkat kepercayaan hotspot di Kalimantan Barat didominasi kategori menengah dengan 110 titik, disusul 11 titik berkepercayaan rendah dan 2 titik berkepercayaan tinggi. Hotspot berkepercayaan tinggi ini menjadi perhatian utama karena memiliki potensi kuat sebagai indikasi kebakaran aktif.


BMKG menjelaskan, deteksi hotspot dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA, yang mampu mendeteksi anomali suhu panas di permukaan bumi, baik pada siang maupun malam hari. Namun demikian, wilayah yang tertutup awan tebal berpotensi tidak terpantau secara optimal.


BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, khususnya di wilayah dengan jumlah hotspot tinggi seperti Kubu Raya dan Mempawah. 


Upaya pencegahan dini dinilai sangat penting untuk menghindari meluasnya kebakaran dan dampak kabut asap.(Tim liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini