Waspada! Kualitas Udara Kubu Raya Sempat Tembus Kategori "Sangat Tidak Sehat"

Editor: Redaksi author photo

Waspada! Kualitas Udara Kubu Raya Sempat Tembus Kategori "Sangat Tidak Sehat"

KALBARNEWS.CO.ID
(KUBU RAYA)
– Data terbaru analisis kualitas udara Particulate Matter 2.5 (PM2.5) yang dirilis oleh BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat menunjukkan peringatan serius bagi warga Kabupaten Kubu Raya. Berdasarkan pantauan pada tanggal 30 Januari 2026, wilayah Kubu Raya mencatatkan lonjakan polusi udara yang signifikan dibandingkan wilayah pantauan lainnya.

Lonjakan Drastis di Pagi Hari

Meskipun secara umum kualitas udara di Kalimantan Barat berada pada kategori SEDANG, kondisi di Kubu Raya menjadi sorotan tajam. Konsentrasi PM2.5 di wilayah ini terpantau melonjak hingga menyentuh angka 164.4 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB. Angka ini menempatkan kualitas udara Kubu Raya dalam kategori SANGAT TIDAK SEHAT (zona merah).

Kondisi ini jauh lebih tinggi dibandingkan titik tertinggi di wilayah lain, seperti:

  • Mempawah: Tertinggi hanya 34.4 µg/m³ (Kategori SEDANG) pada pukul 23.00 WIB.

  • Sintang: Tertinggi 40.1 µg/m³ (Kategori SEDANG) pada pukul 21.00 WIB.

Analisis Grafik: Kubu Raya Paling Fluktuatif

Berdasarkan grafik harian, konsentrasi partikulat di Kubu Raya (garis oranye) menunjukkan fluktuasi yang mengkhawatirkan sejak dini hari hingga pagi hari. Puncak polusi terjadi tepat saat masyarakat memulai aktivitas pagi, yaitu antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, di mana grafik berada stabil di area kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat.

Himbauan untuk Masyarakat

Mengingat tingginya angka polusi PM2.5 yang dapat berdampak buruk pada kesehatan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan, masyarakat Kubu Raya disarankan untuk:

  1. Mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam-jam puncak polusi (pagi hari).

  2. Selalu menggunakan masker standar kesehatan jika harus beraktivitas di luar rumah.

  3. Menutup ventilasi rumah saat kualitas udara memburuk untuk mencegah partikel halus masuk ke dalam ruangan.

BMKG terus memantau perkembangan ini dan mengimbau warga untuk tetap memperbarui informasi melalui kanal resmi guna mengantisipasi perubahan kualitas udara sewaktu-waktu. (Tim Liputan)

Editor  : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini