KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA ) – Bupati Kubu Raya Sujiwo mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengalami pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat dengan nilai yang sangat signifikan, yakni mencapai Rp397 miliar. Angka tersebut menjadikan Kubu Raya sebagai kabupaten dengan pemangkasan TKD terbesar di Kalimantan Barat. Kamis (15/1/2026).
TKD Kubu Raya Dipangkas Rp397 Miliar, Bupati Sujiwo Tegaskan Pelayanan Publik Tetap Optimal
“Fix-nya Rp397 miliar yang dipangkas oleh pemerintah pusat. Ini pemotongan transfer ke daerah dan secara nasional hampir semua daerah terdampak, termasuk Kubu Raya yang menjadi salah satu paling besar pengurangannya di Kalbar,” ujar Sujiwo.
Meski demikian, Sujiwo menegaskan bahwa pemangkasan anggaran tersebut tidak boleh mengganggu pelayanan publik. Ia berulang kali mengingatkan seluruh jajarannya agar tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Sekali lagi saya tegaskan, pelayanan publik tidak boleh terganggu gara-gara pemangkasan anggaran ini. Memang berat, teramat berat, tapi pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan,” tegasnya.
Sujiwo juga menyebutkan bahwa pemangkasan anggaran turut berdampak pada dana desa yang berkurang hampir Rp50 miliar. Karena itu, ia meminta seluruh kepala desa untuk lebih selektif dalam menyusun dan menggunakan anggaran.
“Saya berpesan kepada para kepala desa agar menginventarisir setiap poin anggaran. Setiap rupiah harus benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat. Belanja yang sifatnya rutin, operasional, dan tidak terlalu penting mohon ditunda atau ditiadakan,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Sujiwo menyampaikan rasa syukur karena Kabupaten Kubu Raya tetap mendapatkan dukungan besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hingga akhir tahun anggaran, terdapat proyek-proyek strategis dengan total nilai lebih dari Rp250 miliar yang bersumber dari APBN dan sedang dalam proses pelaksanaan.
“Alhamdulillah, Tuhan Maha Baik. Kita masih mendapatkan dukungan APBN. Ada pembangunan IGD dengan anggaran sekitar Rp40 miliar yang sedang berjalan, kemudian sejumlah proyek infrastruktur jalan di beberapa desa dan kecamatan, serta proyek Sistem Penyediaan Air Minum melalui PDAM senilai sekitar Rp93 miliar untuk peningkatan kualitas dan layanan, khususnya di Kecamatan Sungai Raya,” jelasnya.
Selain itu, Sujiwo menyebutkan adanya berbagai proyek lain yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Sungai Raya Dalam, Kuala Dua, Mekarsari, Berembang, dan beberapa titik lainnya, dengan total nilai yang jika diakumulasi mencapai hampir Rp270 miliar, seluruhnya bersumber dari APBN.
“Kebijakan pemangkasan TKD memang berat, tetapi bantuan APBN ini menjadi bukti bahwa Tuhan sangat menolong masyarakat Kabupaten Kubu Raya,” tambahnya.
Sujiwo pun mengajak seluruh pemerintah desa untuk tetap optimistis dan semangat. Ia yakin, dalam satu periode kepemimpinannya, berbagai indikator pembangunan daerah dapat terus ditingkatkan.
“Saya yakin pertumbuhan ekonomi bisa melaju, angka pengangguran dan kemiskinan bisa turun, indeks pembangunan manusia meningkat, serta kualitas pendidikan dan kesehatan membaik. Itulah tujuan utama kami dalam membangun Kubu Raya,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan