Serap Aspirasi Sembari Menjaga Lingkungan

Editor: Redaksi author photo

Warga di Kelurahan Pal Lima bahu-membahu membersihkan lingkungan.
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK)  - Taman Pallima di Jalan Karet, Pontianak Barat mendadak ramai oleh suara sapu, cangkul, dan obrolan ringan warga. Sebagian memenuhi parit di bahu jalan, mengangkat sisa daun yang terendap di comberan. Sebagian lain mengangkut segala yang tersisa ke truk sampah.


Mereka adalah warga sekitar dan unsur Pemerintah Kota Pontianak yang menjadi bagian dalam gotong-royong bersama, Minggu (25/1/2026). Agenda ini digelar serentak di lima titik lain, menyebar di enam kecamatan se-Kota Pontianak.


“Kerja bakti rutin ini satu hal yang sangat bagus. Ini tradisi yang patut kita kembangkan ke depan,” ujar Ketua RT 06 RW 06, Kelurahan Pallima, Zainal Arifin.


Ia bersama warga menyambut baik kegiatan gotong-royong rutin yang diinisiasi Pemerintah Kota Pontianak bersama perangkat wilayah. Menurutnya, tradisi ini adalah warisan sosial yang patut dijaga dan dikembangkan.


Di balik semangat kebersamaan itu, Zainal juga menyimpan harapan besar terhadap masa depan lingkungannya. Kawasan tempat ia tinggal diproyeksikan menjadi jalur strategis ketika Jembatan Kapuas III beroperasi. Arus lalu lintas dari Mempawah, Sambas, dan daerah lain diperkirakan akan melintas di wilayah tersebut.


“Kalau jembatan Kapuas III sudah berfungsi, otomatis ini jadi jalan protokol. Orang luar kota akan lewat sini. Jadi lingkungan ini harus ditata sebaik mungkin, seindah mungkin,” katanya.


Meski demikian, Zainal menekankan bahwa karakter gotong-royong sudah mengakar kuat di lingkungannya. Sebagai kawasan yang dulunya kampung, semangat bekerja bersama masih hidup di tengah warga.


“Orang kampung itu memang senang bekerja. Ditambah pemerintah kota membimbing dan menyediakan fasilitas serta peralatan, tentu ini akan jauh lebih bagus,” ungkapnya.


Lurah Pallima, Deni Saputra mengatakan ajang ini tidak hanya sebagai wadah guyub untuk menjaga lingkungan, namun juga tempat silaturahmi warga dengan pemerintah. Lewat gotong-royong, sinergi keduanya akan jauh lebih cair ketimbang pertemuan-pertemuan formal.


"Ini juga jadi kesempatan warga untuk kenal lebih dekat dan menyampaikan aspirasi terkait lingkungan tempat tinggalnya," tuturnya.


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Ismail menjelaskan pihaknya terus menggiatkan kegiatan gotong-royong atau kerja bakti warga sebagai bagian dari program unggulan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Bahasan. Tidak saja sebagai ruang menjaga lingkungan, namun juga mengangkat kembali kearifan lokal masyarakat, khususnya budaya kerja bersama yang selama ini menjadi kekuatan sosial warga kota.


“Kegiatan gotong royong ini sudah terus berjalan. Ini memang salah satu program unggulan Pak Wali Kota untuk menghidupkan kembali kearifan lokal kerja bakti di tengah masyarakat,” terangnya.


Dalam setiap kegiatan, lanjut Ismail, Pemerintah Kota Pontianak juga mengimbau para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turut berbaur langsung bersama masyarakat. Kehadiran OPD di tengah warga diharapkan dapat menciptakan komunikasi yang lebih cair dan tidak kaku.


Ismail menambahkan, dalam kegiatan gotong-royong yang dilaksanakan di Kelurahan Pallima, sejumlah aspirasi warga berhasil disampaikan dan langsung didengar oleh OPD terkait yang hadir di lokasi. Aspirasi tersebut akan dikaji dan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan kebutuhan di lapangan.


“Tadi pagi ada beberapa aspirasi yang disampaikan warga. Kebetulan OPD terkait ada di tempat, sehingga bisa langsung mendengar dan nanti akan kita kaji untuk diambil langkah-langkah positif,” jelasnya.


Ia menegaskan, gotong-royong akan terus dipertahankan sebagai ruang interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus sebagai upaya memperkuat kepercayaan dan kolaborasi dalam membangun Kota Pontianak.


“Harapannya, gotong-royong ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi budaya bersama dalam menjaga lingkungan dan membangun kota secara partisipatif,” pungkas Ismail. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini