KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Kabupaten Kubu Raya kini berada dalam pengawasan ketat setelah data terbaru BMKG menunjukkan penurunan kualitas udara yang drastis bersamaan dengan munculnya puluhan titik panas (hotspot) di wilayah tersebut.Kubu Raya Siaga: Kualitas Udara Capai Level "Sangat Tidak Sehat" di Tengah Kepungan Titik Panas
Kualitas Udara Memburuk: Pagi Hari Menjadi Waktu Paling Berbahaya
Berdasarkan analisis alat pantau Particulate Matter 2.5 (PM2.5), kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya mencatatkan angka yang mengkhawatirkan. Saat wilayah lain seperti Mempawah dan Sintang masih berada pada kategori SEDANG, Kubu Raya justru menembus kategori SANGAT TIDAK SEHAT.
Puncak Polusi: Konsentrasi PM2.5 tertinggi di Kubu Raya mencapai 164.4 µgr/m³ yang terjadi tepat pada pukul 07.00 WIB.
Perbandingan Wilayah: Angka ini jauh melampaui Mempawah (34.4 µgr/m³) dan Sintang (40.1 µgr/m³) yang tetap stabil di kategori sedang sepanjang hari.
Tren Grafik: Sejak pukul 02.00 dini hari hingga 08.00 pagi, grafik udara di Kubu Raya terus berada di zona kuning (Tidak Sehat) hingga zona merah (Sangat Tidak Sehat), sebelum akhirnya melandai pada siang hari.
Titik Panas (Hotspot) Meningkat Drastis
Buruknya kualitas udara ini diduga kuat berkaitan erat dengan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sepanjang tanggal 30 Januari 2026, terdeteksi sebanyak 289 titik panas di seluruh Kalimantan Barat.
Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu penyumbang titik panas terbanyak kedua di provinsi ini:
Total Hotspot di Kubu Raya: Terdeteksi sebanyak 57 titik, dengan rincian 1 titik tingkat kepercayaan rendah, 55 titik menengah, dan 1 titik tingkat kepercayaan tinggi.
Wilayah Terparah: Mempawah menduduki posisi pertama dengan 137 titik panas, disusul oleh Kubu Raya dan Landak (26 titik).
Himbauan Bagi Masyarakat
Pemerintah dan otoritas terkait mengimbau warga, khususnya di Kabupaten Kubu Raya, untuk tetap waspada. Mengingat konsentrasi polutan sangat tinggi pada pagi hari, warga disarankan untuk menggunakan masker standar kesehatan dan membatasi aktivitas berat di luar ruangan guna menghindari gangguan pernapasan akut.
BMKG akan terus memperbarui informasi sebaran titik panas dan kualitas udara secara berkala untuk memandu langkah mitigasi bagi masyarakat dan petugas lapangan.
Sumber Data:
Informasi Kualitas Udara (PM2.5) Harian BMKG Kalbar, Rilis 31 Januari 2026.
Peta Sebaran Titik Panas (Hotspot) Kalbar, Observasi Satelit 30 Januari 2026.