Hujan Petir Mengintai Kalbar hingga 5 Januari 2026
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Memasuki minggu pertama tahun 2026, masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Barat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan data prakiraan cuaca yang dirilis BMKG Supadio, potensi hujan lebat disertai petir diprediksi akan merata di hampir seluruh kabupaten/kota sejak tanggal 2 hingga 5 Januari 2026.
Kondisi cuaca yang tidak menentu mulai terlihat sejak Jumat, 2 Januari 2026, di mana hujan petir diprediksi melanda wilayah Sanggau, Kapuas Hulu, Ketapang, Melawi, dan Kayong Utara pada malam hingga dini hari.
Namun, intensitas cuaca ekstrem diperkirakan meningkat pada hari Sabtu, 3 Januari 2026. Pada hari tersebut, hampir sebagian besar wilayah seperti Sintang, Bengkayang, Landak, Sekadau, hingga Kubu Raya berpotensi mengalami hujan petir pada siang hingga sore hari.
2. Analisis Suhu dan Kelembapan
Meskipun didominasi hujan, suhu udara di beberapa wilayah masih cukup terik sebelum hujan turun:
Suhu Maksimal: Mencapai $34^\circ C$ di Kota Pontianak dan Kubu Raya.
Suhu Minimal: Wilayah Kapuas Hulu mencatatkan suhu terendah hingga $17^\circ C$.
Kelembapan Udara: Sangat tinggi, mencapai 100% di seluruh wilayah, yang memicu pertumbuhan awan hujan secara masif.
3. Prakiraan Awal Pekan (4-5 Januari)
Memasuki hari Minggu hingga Senin pagi, ancaman petir masih tetap ada, terutama di wilayah pesisir dan utara seperti Sambas, Singkawang, dan Bengkayang. Wilayah Sambas diprediksi mengalami hujan petir intensitas tinggi sejak siang hingga malam hari pada 4 Januari 2026.
Tabel Ringkasan Kondisi Cuaca Per Wilayah:
| Hari / Tanggal | Wilayah Waspada Hujan Petir | Kecepatan Angin Maks. |
| Jumat, 2 Jan | Sanggau, Kapuas Hulu, Ketapang, Melawi, Kayong Utara | 31 km/jam |
| Sabtu, 3 Jan | Sanggau, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Landak, Sekadau, Melawi, Kubu Raya, Kayong Utara | 28 km/jam |
| Minggu, 4 Jan | Sambas, Sanggau, Bengkayang, Landak, Sekadau, Melawi, Singkawang | 19 km/jam |
Masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem seperti pohon tumbang, banjir bandang, atau genangan air, terutama saat kecepatan angin meningkat (terpantau mencapai 31 km/jam di Ketapang). (Tim Liputan)
Editor : Aan