
Gelombang Tinggi di Perairan Sambas, Nelayan Diminta Waspada
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di wilayah Perairan Sambas, Kalimantan Barat. Peringatan tersebut berlaku mulai 15 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 18 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Dalam informasi resmi bernomor B/ME.01.02/PDGT/014/PTK/I/2026, BMKG menyebutkan tinggi gelombang laut di Perairan Sambas berpeluang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi nelayan dan kapal berukuran kecil hingga sedang.
BMKG menjelaskan, secara sinoptik pola angin di wilayah Perairan Kalimantan Barat menunjukkan pergerakan angin di utara khatulistiwa yang umumnya bertiup dari arah barat laut hingga timur laut.
Sementara itu, di wilayah selatan khatulistiwa angin bertiup dari arah barat hingga utara. Kecepatan angin diprakirakan berkisar antara 2 hingga 20 knot.
“Perahu nelayan berisiko mengalami gangguan keselamatan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sedangkan kapal tongkang berisiko saat angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter,” tulis BMKG dalam imbauannya.
BMKG mengimbau para nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca maritim sebelum melaut. Kewaspadaan dan perencanaan perjalanan yang matang dinilai penting guna menghindari potensi kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem.
Informasi ini disampaikan oleh Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Ahini Arrumi Isnandiahening, pada Rabu (14/1/2026). BMKG juga mengingatkan agar seluruh pihak terus memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG. (Tim Liputan)
Editor : Aan