Bupati Sujiwo: Rasau Jaya Hampir Tuntas Infrastruktur, Kini Fokus Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat

Editor: Redaksi author photo

 Bupati Sujiwo: Rasau Jaya Hampir Tuntas Infrastruktur, Kini Fokus Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)  – Bupati Kubu Raya Sujiwo menyebut Kecamatan Rasau Jaya sebagai wilayah yang kini relatif minim persoalan infrastruktur besar. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rasau Jaya yang dihadiri lengkap unsur Forkopimda. (29/1/2026).


Menurut Sujiwo, kehadiran Kapolres, Dandim, Direktur Utama Bank Kalbar, serta anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat menjadi momen yang sangat spesial dan jarang terjadi. Ia berharap kekompakan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat Rasau Jaya.


“Ini luar biasa. Forkopimda lengkap hadir. Jarang sekali bisa seperti ini. Mudah-mudahan ini menjadi energi positif bagi masyarakat Rasau Jaya,” ujarnya.


Bupati Sujiwo menegaskan bahwa hampir seluruh jalan poros di Rasau Jaya telah tertangani dengan baik. Saat ini, fokus pembangunan tinggal pada penyelesaian jalan lingkungan yang ditargetkan dapat dituntaskan secara bertahap hingga tahun 2028.


Ia pun meminta masyarakat bersabar karena pemerintah daerah masih memprioritaskan penyelesaian jalan poros sebagai urat nadi ekonomi, sembari tetap memperhatikan sektor-sektor lain.


Selain infrastruktur, Sujiwo menegaskan sektor kesehatan sebagai perhatian utama pemerintah. Ia dengan tegas menyatakan tidak ingin mendengar, apalagi menyaksikan, adanya masyarakat yang terabaikan hak dasar kesehatannya, terlebih warga miskin.


“Hak kesehatan rakyat itu amanat konstitusi. Kalau sampai ada rakyat miskin yang tidak terlayani, saya akan bertanggung jawab sebagai bupati, sebagai negara, bahkan secara pribadi,” tegasnya.


Di bidang pendidikan, Sujiwo mengungkapkan bahwa mulai tahun depan pemerintah daerah akan mengurangi porsi anggaran infrastruktur dan mengalihkannya ke sektor pendidikan. Hal ini menyusul kondisi hampir 60 persen bangunan SD dan SMP di Kubu Raya yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.


Sementara di sektor pertanian, Sujiwo menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan Kubu Raya sebagai salah satu lumbung pangan daerah. Meski diakui tantangannya cukup besar karena pergeseran minat petani ke sektor perkebunan, pemerintah akan terus mendorong pertanian melalui pendampingan, penyuluhan, dan dukungan kepada kelompok tani.


“Kalau pemerintah hadir dan betul-betul memberi perhatian, saya yakin pertanian kita masih bisa bangkit,” katanya.


Bupati Sujiwo juga menyampaikan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat Rasau Jaya menjadi prioritas, terlebih dengan telah berdirinya rumah sakit. Ia menegaskan bahwa layanan air bersih melalui PDAM akan terus didorong agar dapat segera dirasakan masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada para relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah mengalokasikan hampir Rp400 juta untuk insentif relawan, dengan masing-masing relawan menerima sekitar Rp800 ribu.


“Mereka ini pahlawan. Saat kita tidur, mereka masih berjibaku dengan api, asap, dan debu. Mereka bekerja tanpa pamrih, siang dan malam,” ungkapnya.


Selain insentif, bantuan tambahan berupa paket kesehatan, vitamin, serta perlengkapan lapangan juga terus diupayakan bekerja sama dengan Bank Kalbar dan berbagai pihak.


Menutup wawancara, Bupati Sujiwo mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca kering dan belum turunnya hujan. Ia mengingatkan bahwa pembakaran hutan tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan banyak pihak.


“Kami mohon kesadaran bersama. Tahan dulu, jangan membakar lahan. Kita berdoa semoga hujan segera turun dan musibah ini bisa kita lewati bersama,” pungkasnya.(tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini