Bupati Sujiwo Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg di Rasau Jaya

Editor: Redaksi author photo

Bupati Sujiwo Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg di Rasau Jaya
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar operasi pasar gas elpiji subsidi 3 kilogram di sembilan kecamatan sebagai langkah menstabilkan harga dan mencegah kelangkaan gas di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Bupati Kubu Raya Sujiwo saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Rasau Jaya, didampingi Dandim 1207/Pontianak dan Kapolres Kubu Raya.


Bupati Sujiwo mengungkapkan, dari target awal 50 ribu tabung gas LPG 3 kilogram, saat ini baru 10.640 tabung yang disetujui oleh Pertamina untuk operasi pasar. Meski demikian, Pemkab Kubu Raya tetap berupaya maksimal agar distribusi berjalan merata dan tepat sasaran.


“Gas elpiji ini kami jual Rp15.000 per tabung. Harga aslinya Rp18.500, dan secara pribadi saya mensubsidi Rp3.500. Tujuan utama kita adalah menstabilkan harga, menekan kelangkaan, dan tentu membantu masyarakat kecil,” tegas Sujiwo.


Ia menyoroti masih maraknya praktik penjualan gas LPG subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan hingga mencapai Rp35.000 per tabung di sejumlah wilayah. Menurutnya, kondisi ini sangat memberatkan masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga.


“Bagi emak-emak, selisih Rp2.500 sampai Rp3.000 itu sangat berarti. Gas ini peruntukannya jelas untuk masyarakat miskin. Jangan dipermainkan,” ujarnya.


Sujiwo juga mengingatkan pangkalan agar menjual gas sesuai HET Rp18.500, kecuali di wilayah tertentu yang memiliki tambahan biaya transportasi. Ia menilai margin keuntungan pangkalan sudah cukup layak dan tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menaikkan harga secara sepihak.


“Kalau jatah pangkalan 200 tabung per hari dengan margin Rp3.000, itu sudah Rp600 ribu. Harusnya bersyukur, bukan malah memberatkan rakyat,” katanya.


Menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri, Sujiwo menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap agen dan pangkalan agar distribusi LPG subsidi tidak memicu gejolak sosial. Ia juga meminta aparat TNI-Polri ikut mengawal agar tidak terjadi penyelewengan.


“Jangan anggap sepele persoalan gas LPG subsidi ini. Kalau sudah meresahkan, dampaknya bisa ke mana-mana. Karena itu Pak Dandim dan Pak Kapolres mendampingi saya untuk memastikan semuanya berjalan tertib,” pungkasnya. (Tim liputan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini