BMKG: Curah Hujan Kalbar Mulai Berkurang, Waspada Muncul Titik Panas

Editor: Redaksi author photo

 BMKG: Curah Hujan Kalbar Mulai Berkurang, Waspada Muncul Titik Panas

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat merilis prospek iklim dasarian yang berlaku pada 21–31 Januari 2026. BMKG memprediksi curah hujan di Kalimantan Barat mulai berkurang, sehingga masyarakat diimbau waspada terhadap potensi munculnya titik panas.


Secara umum, curah hujan di Kalbar diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan kisaran 20–50 milimeter selama sepuluh hari terakhir Januari. Beberapa wilayah seperti Ketapang, Kubu Raya, Mempawah, Pontianak, dan Singkawang bahkan berpeluang besar mengalami hujan sangat rendah, di bawah 20 milimeter.


BMKG juga mencatat hari tanpa hujan berturut-turut di sejumlah daerah mulai meningkat. Hingga 20 Januari 2026, periode tanpa hujan terpanjang mencapai 11 hari, terjadi di beberapa wilayah seperti Bengkayang, Mempawah, Landak, Singkawang, dan Sambas.


Meski saat ini masih berada dalam musim hujan, BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer global dan regional menunjukkan kecenderungan hujan melemah. Fenomena La Nina lemah diperkirakan akan berakhir pada Februari 2026, sementara faktor lain seperti MJO yang tidak aktif membuat hujan tidak terlalu signifikan di Kalbar.


BMKG memastikan secara umum wilayah Kalimantan Barat masih berada pada kondisi aman dari hujan ekstrem dan banjir, termasuk pada areal pertanaman padi. Namun, berkurangnya curah hujan meningkatkan risiko kekeringan lokal dan kebakaran lahan, sehingga masyarakat diimbau mulai menghemat air dan menghindari aktivitas pembakaran lahan.


BMKG mengajak pemerintah daerah, petani, dan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim terkini sebagai langkah antisipasi perubahan kondisi cuaca ke depan. (Tim Liputan)

Editor: Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini